Setibanya di lokasi, SBY menyempatkan menyapa para pejabat daerah dan menanyakan kondisi cuaca serta dampak gempa bumi yang sempat mengguncang Pacitan

Pacitan, Jatim (ANTARA) - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pulang ke kampung halaman di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Senin, dan menanyakan kondisi daerah setempat pascagempa bumi yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

SBY tiba di Museum dan Galeri SBY-ANI, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, dan disambut Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho bersama unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda).

Turut hadir dalam penyambutan tersebut sejumlah anggota DPRD Pacitan dari Fraksi Partai Demokrat serta rekan-rekan SBY semasa remaja. SBY juga didampingi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng serta asisten pribadinya Brigadir Jenderal Tumpal Raines Napitupulu.

Setibanya di lokasi, SBY menyempatkan menyapa para pejabat daerah dan menanyakan kondisi cuaca serta dampak gempa bumi yang sempat mengguncang Pacitan.

"Gempa bumi yang kemarin aman ya di Pacitan?,"tanya SBY.

Pertanyaan tersebut dijawab Sekda Pacitan Heru Wiwoho yang memastikan situasi daerah dalam kondisi aman.

"Alhamdulillah, semua aman," kata Heru.

SBY sebelumnya menjalani sejumlah kegiatan di Surabaya dan Gresik sebelum melanjutkan perjalanan ke Pacitan. 

Ia dijadwalkan berada di Pacitan selama beberapa hari ke depan.

Diketahui, gempa bumi bermagnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Pacitan pada Selasa (27/1) pagi. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 08.20 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 8,14 lintang selatan dan 111,33 bujur timur, atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, pada kedalaman 105 kilometer.

Getaran gempa dirasakan hingga sejumlah wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Ponorogo. 

Hingga sore hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan menyatakan tidak ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
 



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026