"Perbaikan tanggul kanan Bengawan Solo di Kanor yang longsor membutuhkan waktu dua pekan," kata Kasi Sarana dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro MZ. Budi Moelyono, di Bojonegoro, Jumat.
Bojonegoro (Antara Jatim) - Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, mulai memperbaiki kerusakan tanggul kanan Bengawan Solo di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, yang longsor sepanjang 120 meter sedalam 5 meter.
    
"Perbaikan tanggul kanan Bengawan Solo di Kanor yang longsor membutuhkan waktu dua pekan," kata Kasi Sarana dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro MZ. Budi Moelyono, di Bojonegoro, Jumat.
    
Menurut dia, tanggul kanan Bengawan Solo di Kanor itu, diketahui longsor sepanjang 120 meter dengan kedalaman 5 meter bersamaan dengan surutnya air Bengawan Solo di daerah setempat.
    
BPBD, katanya, bersama dengan tenaga teknis Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, sudah melakukan peninjauan ke lokasi tanggul yang jebol di Kanor sehari lalu.
    
"Penyebab longsornya tanggul ya air Bengawan Solo surut dengan cepat kemudian mengakibatkan tertariknya bangunan tanah tanggul sehingga longsor," jelas dia.
    
Lebih lanjut ia menjelaskan longsornya tanggul kanan Bengawan Solo di daerah setempat tidak terlalu berbahaya kalau sewaktu-waktu air Bengawan Solo kembali meluap.
    
Sebab di lokasi tanggul yang longsor masih ada tanggul yang utuh dengan ketebalan 1 meter lebih.
    
Dengan adanya ketebalan tanggul itu maka luapan air masih bisa tertahan, tapi kalau tidak segera diperbaiki kerusakan tanggul bisa semakin parah kalau sewaktu-waktu sungai terpanjang di Jawa di daerah setempat kembali meluap.
    
"Perbaikan dengan cara menguruk kembali tanggul yang longsor dengan tanah. Perbaikan tanggul dengan memanfaatkan alat berat, " ucapnya menambahkan.
    
Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo, menambahkan tanggul Kali Inggas yang jebol sepanjang 30 meter di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Baureno, sudah selesai diperbaiki.
    
Perbaikan tanggul Kali Inggas, katanya, dilakukan dengan menutup tanggul yang jebol dengan karung yang diisi tanah.
    
"Tanggul Kali Inggas harus diperbaiki, sebab kalau dibiarkan jebol maka air luapan Bengawan Solo akan masuk ke persawahan, bahkan bisa masuk pemukiman warga," ucapnya menambahkan.
    
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sukirno menjelaskan BPBD terus melakukan pemantauan cuaca di daerah Jawa Timur, juga Bojonegoro dan sekitarnya dari laporan yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya.
    
"Dari laporan BMKG Juanda, Surabaya bisa dipantau prakiraan cuaca hujan yang kemungkinan bisa menimbulkan adanya ancaman banjir juga tanah longsor," ucapnya menambahkan.
    
Sesuai data yang diterima, katanya, di daerahnya akan terjadi curah hujan tinggi selama Oktober, November dan Desember yang berpeluang menimbulkan banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang dan tanah longsor. (*)



Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026