Surabaya (ANTARA) - Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memasang peralatan Early Warning System (EWS) di enam daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor yang ada di provinsi setempat.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Senin, mengatakan pemasangan EWS yang dilangsungkan selama sepekan terakhir ini berkolaborasi dengan tim BPBD yang ada di kabupaten kota.
"Adapun lokasi dan jenis EWS yang dipasang ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro (EWS Banjir), Kabupaten Jombang (EWS Longsor), Ponorogo (EWS Banjir), Trenggalek (EWS Longsor), Kabupaten Probolinggo (EWS Longsor), dan Kota Mojokerto (EWS Banjir)," ujarnya.
Ia mengatakan pemasangan EWS di enam daerah ini melengkapi puluhan EWS yang telah dipasang BPBD Jatim tahun-tahun sebelumnya.
"Saat ini kami telah memiliki board yang bisa memantau perkembangan EWS secara real times di sejumlah daerah. Dengan board itu, kami bisa mengetahui potensi ancaman bencana di sejumlah daerah secara real time melalui sinyal yang muncul dari EWS," ujar Gatot Soebroto.
Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim Dadang Iqwandy menambahkan, dengan terpasangnya enam EWS yang baru, maka secara keseluruhan EWS yang dimiliki BPBD Jatim mencapai 44 unit, meliputi 20 EWS banjir dan 24 EWS longsor.
"Selain EWS, BPBD Jatim juga telah memasang 17 sirene tsunami," ujarnya.
Ia mengatakan, sebarannya di hampir semua wilayah di Jatim mulai dari wilayah selatan Jatim, seperti, Banyuwangi, Jember, hingga Pacitan serta di wilayah Mataram hingga di kawasan Tapal kuda, seperti, Pasuruan dan Probolinggo.
"Ada beberapa daerah yang belum terpasang. Tapi, telah dipasang secara mandiri oleh BPBD Kabupaten atau kota," ujarnya.
