Angkat berat ini cabor penting yang harus dikembangkan di Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur meminta cabang olahraga angkat berat memprioritaskan pembinaan atlet menyusul belum diraihnya medali emas dalam tiga edisi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ketua Umum KONI Jawa Timur M. Nabil menegaskan angkat berat harus menjadi cabang olahraga prioritas pembinaan karena kontribusi medali emas masih belum terpenuhi.
“Angkat berat ini cabor penting yang harus dikembangkan di Jawa Timur. Tiga PON terakhir kita belum dapat emas,” kata Nabil dalam keterangannya di Surabaya, Minggu.
Ia menyatakan Pra-PON 2027 akan menjadi tolok ukur kesiapan atlet sehingga pengurus daerah diminta memaksimalkan potensi atlet yang sudah mendekati puncak performa.
Selain itu, Nabil mendorong agar atlet lebih sering mengikuti kejuaraan guna meningkatkan mental tanding dan konsistensi performa.
“Cabor harus sering ikut kompetisi dan event. Jangan hanya kuat di latihan, tapi tidak kuat di pertandingan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pabersi Jatim Abram Nathan memastikan pihaknya akan menindaklanjuti arahan tersebut melalui penguatan program pembinaan dan agenda kompetisi sebanyak dua kali agenda Kejurprov sepanjang 2026.
Ia menambahkan pembinaan juga mencakup peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui program penataran serta lisensi agar standar pembinaan di kabupaten dan kota semakin merata.
“Semua pembinaan atlet termasuk penguatan SDM pelatih hingga wasit untuk suksesnya Pabersi Jatim di PON,” ucapnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026