Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi penerapan "Kampung Pancasila" di RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng karena telah memiliki sistem kemandirian.
"Pancasila itu tidak lagi hanya dalam lisan, tapi dalam langkah dan perbuatan. Saya bangga dengan RW 9 ini karena sudah mandiri," katanya di sela kunjungan ke Lemah Putro, Surabaya, Sabtu.
Ia menekankan pentingnya transparansi data kemiskinan dan semangat gotong royong sebagai wujud nyata nilai-nilai Pancasila.
Ia menjelaskan sistem kemandirian yang telah berjalan di RW 9 Lemah Putro.
Ia mencatat bahwa wilayah ini telah memiliki dana sosial mandiri untuk membantu warga sakit sebesar Rp 250.000 per orang serta bantuan sekolah.
"Data keluarga miskin kita rekap, mana yang dikaver pemerintah kota dan mana yang dibantu melalui swadaya mandiri RW, sehingga bantuan tidak menumpuk dan bisa digunakan bersamaan setiap bulan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penetapan warga miskin mulai desil 1-5 harus objektif berdasarkan 39 indikator fisik bangunan dan pendapatan.
"Pemerintah kota transparan. Anggaran kita terbatas, jadi ada skala prioritas. Misalnya untuk bantuan pendidikan, kita fokuskan dua anak per keluarga agar keluarga lain juga bisa mendapatkan bagian secara merata," ujarnya.
Ia memberikan peringatan tegas bagi warga usia produktif yang masuk kategori mampu bekerja namun tidak mau berusaha.
"Kalau merasa tidak mampu tapi ditawari pekerjaan tidak mau, ya kita akan coret dari daftar bantuan. Kecuali lansia di atas 60 tahun yang tinggal sendiri, itu wajib dikaver penuh oleh pemerintah," ujarnya.
Selain aspek sosial, dirinya memuji inovasi pengelolaan lingkungan melalui pemilahan sampah dari rumah yang sudah berjalan di RW 9 Lemah Putro. Hasil penjualan sampah tersebut dikembalikan kepada warga sebesar 20 persen yang merupakan implementasi dari konsep Smart Environment.
"Ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Kalau ada warga yang tidak mau kerja bakti tapi mengeluh banjir, jangan didengarkan. Kita harus bergerak bersama," katanya.
Ketua RW 9 Lemah Putro Agung Diponegoro menyambut baik kunjungan ini karena merupakan bukti nyata perhatian pemimpin kepada warganya.
“Melalui kunjungan ini, kami bisa berdialog dan menyampaikan aspirasi serta keluh kesah warga secara langsung kepada Bapak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi," ujarnya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026