Jurnalis bukan pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata
Surabaya (ANTARA) - Komunitas pers didukung koalisi masyarakat sipil di Surabaya menggelar aksi solidaritas untuk mendesak pembebasan empat jurnalis Indonesia dan lima relawan kemanusiaan yang ditahan militer Israel setelah kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dicegat di perairan internasional menuju Gaza.
Aksi yang digelar di Taman Apsari, Surabaya, Kamis, itu diikuti oleh Aksi Kamisan Surabaya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, dan Forum Zakat Jawa Timur.
Ketua PFI Surabaya Suryanto menilai tindakan militer Israel terhadap awak media di perairan internasional merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
“Jurnalis bukan pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata. Konvensi Jenewa telah menjamin perlindungan terhadap pekerja media di wilayah konflik. Kami mengecam tindakan ini dan meminta negara hadir melindungi warganya di luar negeri,” kata Suryanto disela aksi di Taman Apsari, depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis.
Sementara itu, Ketua AJI Surabaya Andre Yuris meminta Kementerian Luar Negeri RI memperkuat langkah diplomasi internasional untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang ditahan.
Menurut dia, pemerintah Indonesia perlu memanfaatkan jalur komunikasi dengan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk mempercepat proses perlindungan dan pembebasan.
“Pemerintah perlu bergerak cepat dengan melibatkan negara sahabat seperti Turki, Mesir, dan Yordania sebagai mediator. Perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Eropa juga harus membuka akses perlindungan hukum darurat bagi para korban,” kata Andre.
Selain itu, AJI Surabaya juga telah mengirim nota darurat kepada International Federation of Journalists (IFJ) dan sejumlah organisasi pers internasional guna memperluas dukungan internasional terhadap para jurnalis yang ditahan.
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari Command Center GSF, kapal Boralize dan Ozgurluk yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza sempat kehilangan kontak sebelum akhirnya diketahui telah dikuasai militer Israel di sekitar wilayah Siprus.
Dalam insiden tersebut, sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditahan, terdiri atas empat jurnalis nasional dan lima relawan kemanusiaan dari sejumlah lembaga filantropi.
Empat jurnalis Indonesia yang berada dalam rombongan itu yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang merupakan kontributor iNewsTV dan CNN Indonesia.
Selain itu, lima relawan kemanusiaan berasal dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, dan SMART 171 dengan membawa bantuan logistik berupa obat-obatan dan bahan pangan untuk warga Gaza.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.