Pamekasan (Antara Jatim) - Sebagian petani di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, siap menggunakan pupuk kandang untuk menyiasati kelangkaan pupuk bersubsidi yang telah berlangsung dalam dua pekan terakhir ini. "Sementara, pakai pupuk kandang dulu. Sekarang kan beli pupuk sulit," kata petani jagung di Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Mustain, Senin. Ia mengakui, pupuk kandang atau kotoran sapi yang digunakan sebagai pupuk pengganti sementara itu, tidak seperti pupuk pabrikan. "Tetap lebih bagus pupuk urea, lebih cepat terasa ke tanaman dibanding pupuk kandang," katanya. Tidak hanya petani di Desa Gagah, petani lain di Kecamatan Kadur, Pamekasan ini juga menyiasati kelangkaan pupuk dengan menggunakan pupuk kandang, seperti yang dilakukan petani di Desa Kertagena Laok dan Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Sebagaimana di kecamatan lain di Pamekasan, para petani di wilayah ini mengaku juga kesulitan untuk mendapatkan jatah beli pupuk. Stok pupuk bersubsidi di tingkat pengecer saat ini sudah tidak ada lagi. "Kalaupun ada, harganya sangat mahal, yakni mencapai Rp130 ribu per sak," kata petani lain di Desa Kertagena Laok, Sadiman. Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Moh Hosnan Achmadi mengakui, pupuk bersubsidi jenis urea di Kabupaten Pamekasan akhir-akhir ini memang langka. Hosnan mengaku, mengetahui kelangkaan pupuk yang kini sangat dibutuhkan petani di Pamekasan itu, berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) serta serap informasi dengan para petani di wilayah itu. Kelangkaan pupuk pada awal musim tanam kali ini, katanya, tidak hanya terjadi di satu wilayah tertentu saja, akan tetapi di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan. "Secara pribadi kami telah menyampaikan kesulitan masyarakat petani di Pamekasan ini kepala Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Pamekasan, dan akan kami tindak lanjuti dengan pembahasan antarlembaga," kata Hosnan. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Pamekasan ini lebih lanjut mencurigai, kelangkaan pupuk yang terjadi kali ini, karena permainan oknum yang tidak bertanggung jawab. "Sebab kuota pupuk bersubsidi itu kan sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) masing-masing kelompok tani yang ada di Pamekasan ini," katanya menjelaskan. (*)
Berita Terkait
Pemkab Pamekasan berdayakan mahasiswa KKN bantu UMKM dan petani
15 Juli 2025 15:20
Pemkab Pamekasan beri bantuan mesin rajang tembakau untuk petani
4 Juli 2025 20:09
DKPP Pamekasan alokasikan bantuan pupuk non-subsidi petani tembakau
26 April 2025 04:40
Pemkab Pamekasan bantu petani tembakau dapat pupuk nonsubsidi
20 Maret 2025 17:56
DKPP Pamekasan kendalikan hama tikus bersama petani Pagendingan
6 Februari 2025 12:12
Pemkab Pamekasan usulkan 131.371 petani terima pupuk bersubsidi
4 Desember 2024 22:48
Pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk petani
15 Juli 2024 06:22
