Pamekasan (Antara jatim) - Ketua Sementara DPRD Pamekasan, Jawa Timur, Halili menyatakan, rakyat setuju dengan sistem pemilihan bupati dan wakil bupati melalui anggota DPRD. "Hampir semua masyarakat yang pernah saya temui menyatakan setuju dengan pemilihan bupati dan wakil bupati yang dilakukan oleh anggota DPRD," kata Halili di Pamekasan, Senin. Alasannya mereka sederhana, yakni karena masyarakat tidak ingin terjadi konflik, karena pemilihan langsung yang dilakukan di Pamekasan selama ini, cenderung membuat hubungan baik antarmasyarakat bergejolak, akibat beda pilihan. Malah, kata Halili, rakyat mendukung kebijakan pilkada melalui wakil rakyat tersebut sebagaimana telah ditetapkan oleh DPR RI. "Ini fakta yang sebenarnya yang kami temukan di lapangan saat berbincang dengan beberapa kelompok masyarakat di Pamekasan," kata Halili. Dengan demikian, sambung Halili, pemilihan bupati dan wakil bupati oleh anggota DPRD itu, sebenarnya merupakan keputusan yang tepat, demi tercintanya tatanan masyarakat yang lebih baik. Memang, kata dia, pemilihan oleh anggota DPRD itu seolah merupakan langkah mundur, karena pemilihan secara langsung telah digelar selama beberapa tahun. Hanya saja, katanya, praktik yang berkembang di kalangan masyarakat setelah pemilihan langsung digelar, justru lebih banyak dampak negatifnya daripada dampak positifnya. (*)
Berita Terkait
Pimpinan DPRD Minta Pemkab Hentikan Reklamasi di Tlanakan
23 Oktober 2017 19:22
DPRD Pamekasan Tetapkan Empat Pimpinan Legislatif
23 September 2014 21:35
PPP Tentukan Pimpinan DPRD Berdasarkan Suara Terbanyak
15 April 2014 21:15
Kejari Sampang Eksekusi Terpidana Korupsi Uang Pesangon
28 Oktober 2013 18:38
Dua Pimpinan DPRD Pamekasan Diganti
2 Agustus 2013 15:19
Pimpinan DPRD Ajak Calon Terima Hasil Pilkada
11 Januari 2013 19:31
Pimpinan DPRD Pamekasan Protes Kesaksian BK
6 Desember 2012 20:18
Negara harus hadir cegah modal politik tinggi
2 Januari 2026 10:02
