Surabaya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Jawa Timur, menegaskan komitmen sebagai kampus pengembangan atlet berprestasi melalui konsep Home of Champions.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Insani (SDI), Kemahasiswaan, dan Kewirausahaan Umsura, Dr. Nur Mukarromah, M.Kes., mengatakan bahwa konsep Home of Champions tersebut tidak hanya membentuk juara akademik semata.
“Universitas Muhammadiyah Surabaya sesuai dengan moto dan visi kami sebagai Home of Champions, membentuk juara tidak hanya akademik tetapi juga non-akademik,” ujarnya di Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan kampus menyediakan berbagai program beasiswa, termasuk beasiswa atlet yang diberikan selama masa studi pendidikan diploma tiga (D3) maupun strata satu (S1).
“Prodi akan memfasilitasi atlet dengan sistem blended learning, online, atau modul. Jadi prestasi olahraga dan akademik bisa berjalan beriringan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, pebulutangkis nasional Reza Pahlevi bersama dua atlet balap sepeda nasional Muhammad Abdurrahman dan Rendy Barera Sanjaya resmi mendaftar sebagai mahasiswa Umsura melalui program beasiswa atlet usai berprestasi di SEA Games Thailand 2025.
“Kemarin ada tawaran beasiswa di universitas, dan kebetulan saya belum pernah kuliah. Jadi saya menerima tawaran ini, semoga nantinya bisa berjalan lancar,” ujar Reza Pahlevi.
Reza Pahlevi akan menempuh pendidikan di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memilih Manajemen karena dinilai fleksibel dan relevan dengan rencana masa depannya di luar dunia olahraga.
Terkait pembagian waktu antara latihan dan perkuliahan, Reza mengaku masih akan menyesuaikan seiring berjalannya waktu.
“Karena ini baru pertama kali, nanti sambil berjalan saja. Semoga bisa berjalan dua-duanya,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Reza dijadwalkan mengikuti turnamen internasional. Ia juga menilai fleksibilitas akademik menjadi salah satu alasan memilih Universitas Muhammadiyah Surabaya.
“Sudah disampaikan kalau fleksibilitasnya ada. Jadi saya berpikir kenapa tidak pendidikan juga, nggak selalu olahraga saja, pendidikan juga penting buat saya,” katanya.
Sementara itu, atlet balap sepeda nasional Muhammad Abdurrahman memilih melanjutkan studi di Program Studi Hukum karena selaras dengan kariernya di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
“Dulu sempat ada tawaran beasiswa pas COVID-19, tapi tertunda karena offline. Alhamdulillah sekarang ada kesempatan lagi dan saya ambil Hukum,” katanya.
Senada, Rendy Barera Sanjaya mengaku keinginan melanjutkan pendidikan tinggi sudah ada sejak lama, namun tertunda karena harus mengikuti training center (TC) Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).
“Dari lulus SMA sebenarnya ingin kuliah, cuma waktu itu harus TC Puslatda. Karena rumah di Kediri, jadi tidak bisa lanjut kuliah,” katanya.
Kesempatan kuliah di Umsura akhirnya ia ambil setelah mendapat rekomendasi dari sesama atlet.
“Banyak teman atlet yang masuk di sini, katanya kampus ini rekomendasi untuk atlet. Jadi kenapa nggak,” ujar Rendy.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026