Banyak masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas
Surabaya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) membuka program beasiswa bagi mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus memperkuat dukungan pengembangan layanan kesehatan melalui kiprah alumninya di Kabupaten Ende.
“Teman kita untuk turut membantu pendidikan yang bisa diakses oleh teman-teman yang di daerah 3T. Kebetulan alumni kita yang tadi pagi kita wisuda itu ada yang dari 3T. Dia merintis pendirian klinik dan animonya memang luar biasa. Itu sebagai bukti komitmen kita, dukungan kita, maka kita buka beasiswa itu,” kata Rektor Umsura, Prof Dr Mundakir di Surabaya, Senin.
Program tersebut terinspirasi dari kiprah dr. Muhamad Ibrahim Sengaji, alumni Program Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Umsura yang mengembangkan layanan kesehatan melalui Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende di Kabupaten Ende, NTT.
Ibrahim menuturkan, upayanya membangun fasilitas kesehatan di kampung halaman berangkat dari keprihatinan terhadap masih terbatasnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Banyak masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas. Pengalaman itu semakin menguatkan tekad saya untuk berkontribusi di daerah sendiri,” ujar Ibrahim.
Menurut Ibrahim, inspirasi tersebut semakin kuat saat menjalani pendidikan profesi di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dan menyaksikan perkembangan fasilitas kesehatan yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kini, melalui Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende yang dipimpinnya, ia berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan berkualitas bagi masyarakat Flores dan sekitarnya.
“Melalui klinik ini kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses. Harapannya fasilitas kesehatan Muhammadiyah dapat terus berkembang dan menjadi solusi bagi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di Flores dan sekitarnya,” katanya.
Ia berharap semakin banyak generasi muda dari daerah 3T memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan kembali membangun daerah asalnya.
“Keberhasilan bukan hanya tentang meraih kesuksesan pribadi, tetapi bagaimana kita bisa kembali dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah sendiri,” katanya.
Prof. Mundakir mengatakan beasiswa tersebut merupakan bagian dari kontribusi Umsura dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan.
“Ini bagian dari kontribusi Umsura kepada pemerintah untuk bagaimana agar pendidikan ini merata dan bisa diakses oleh semua lapisan, termasuk teman-teman di daerah 3T. Kita beri fasilitas, kita beri kemudahan untuk bisa kuliah di sini,” ujarnya.
Pada tahap awal, program beasiswa diprioritaskan bagi mahasiswa program studi kesehatan di luar Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Namun, Umsura membuka peluang penyusunan skema khusus bagi kedua fakultas tersebut pada tahap selanjutnya.
Selain beasiswa, Umsura juga menyiapkan pendampingan pengembangan layanan kesehatan di Ende, mulai dari penguatan sumber daya manusia (SDM), manajemen layanan, hingga tata kelola keuangan.
“Tenaga kesehatan tidak hanya perawat, bidan, tenaga analis yang menjadi kebutuhan akan kita berikan kesempatan. Terutama jika karyawan atau masyarakat di sana membutuhkan pendidikan lanjutan, nanti bisa ke Umsura,” kata Prof Mundakir.
Ia menambahkan, Umsura menargetkan klinik yang saat ini beroperasi di Ende dapat berkembang menjadi rumah sakit dalam dua hingga tiga tahun mendatang melalui pendampingan berkelanjutan.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026