Surabaya (ANTARA) - Pengurus Esports Indonesia (ESI) Surabaya menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dalam pengembangan olahraga e-sport berbasis pendidikan di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Ketua ESI Surabaya Achmad Nurdjayanto di Surabaya, Jumat mengatakan pertemuan dengan Umsura ini sebagai langkah awal membangun ekosistem e-sport yang edukatif, kompetitif, dan berorientasi pada pengembangan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.
"Jajaran pengurus ESI Surabaya memaparkan sejumlah program strategis yang dapat disinergikan dengan dunia pendidikan. Salah satu agenda terdekat ialah penyelenggaraan Piala Wali Kota Cabang Olahraga E-Sport 2026," katanya.
Sebagai bentuk kolaborasi awal, Umsura resmi ditunjuk sebagai official venue ajang tersebut yang akan digelar pada 13–14 Juni 2026 dengan diikuti lebih dari 700 peserta usia remaja dari berbagai wilayah di Kota Surabaya.
Menurut Achmad, e-sport kini menjadi cabang olahraga yang sangat dekat dengan generasi muda, khususnya generasi Z dan millenial. Perkembangan industri digital, kata dia, menjadikan e-sport memiliki peluang besar sebagai olahraga masa depan.
“E-sport adalah olahraga yang sangat dekat dengan dunia digital. Karena itu, dunia pendidikan memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam edukasi digitalisasi melalui irisan dunia e-sport,” katanya.
Ia menambahkan, e-sport juga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.
“Selain itu, e-sport juga bisa menjadi panduan dalam penggunaan gawai yang lebih tepat sesuai tingkatan usia,” tegasnya.
Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut karena e-sport tidak hanya dipandang sebagai permainan digital, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan potensi pengembangan keterampilan.
"E-sport menjadi salah satu cabang olahraga yang digemari banyak kalangan. Jika dilihat lebih dalam, e-sport memiliki banyak potensi positif, salah satunya pengembangan kemampuan bilingual karena pemain dapat berkomunikasi dengan peserta dari berbagai negara,” ujarnya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026