Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Arif Fathoni mendorong peluang ekonomi kreatif bagi perempuan salah satunya lewat pelatihan ecoprint bertema “Merajut Asa dan Kemandirian Perempuan” yang digelar organisasi Ibu Semangat Indonesia Kuat (ISiK).

"Pelatihan berbasis keterampilan seperti ecoprint tidak hanya membangun kreativitas, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk penguatan ekonomi keluarga," kata Toni dalam keterangannya di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Ia menilai, perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Karena itu, pelatihan keterampilan perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki peluang usaha mandiri.

“Seluruh instrumen pemerintahan akan kami dorong untuk dapat memudahkan urusan-urusan izin di Kota Surabaya bahkan di Jawa Timur,” ujarnya ketika ditemui seusai kegiatan.

Ia menyatakan kesiapannya membantu memfasilitasi jika kegiatan serupa ingin dikembangkan di berbagai daerah lain.

Ia berharap workshop ecoprint tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan komunitas perempuan yang produktif dan mandiri secara ekonomi.

“Mudah-mudahan nanti bisa di Surabaya pusat, barat, selatan sehingga ibu-ibu Kota Surabaya ini bisa menjadi instrumen pembangunan kesejahteraan masyarakat Surabaya,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diikuti puluhan peserta perempuan yang tampak antusias mempelajari teknik ecoprint menggunakan bahan alami. 

Selain menjadi ruang belajar keterampilan, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat jejaring dan solidaritas perempuan di tingkat komunitas.

Ketua ISiK Prita Eksimaningrum mengatakan tema “Merajut Asa dan Kemandirian Perempuan” diangkat untuk mendorong perempuan lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis keterampilan ramah lingkungan.

"Di tengah berkembangnya tren produk berbasis eco lifestyle, ecoprint dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu produk kreatif bernilai ekonomi yang dapat berkembang di Surabaya" ujarnya. 



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026