Bojonegoro (ANTARA) - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Wahono mengingatkan petani di wilayah setempat pentingnya pengelolaan lahan persawahan dan penggunaan air untuk menjaga produktivitas sampai Musim Tanam Ketiga (MT-3).
"Para petani perlu memperhatikan perbaikan lahan, kualitas bibit, serta tata kelola lahan dan penggunaan air agar produktivitas terjaga sampai musim tanam ketiga," kata Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono saat menghadiri panen raya di Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro, Selasa.
Menurut Wahono, ada dua hal yang menjadi kunci utama dalam keberhasilan sektor pertanian adalah air dan pupuk. Pasalnya keduanya menjadi faktor penting yang harus dikelola dengan bijak agar hasil pertanian tetap optimal tanpa mengurangi kesuburan tanah di masa mendatang.
Masa tanam ketiga merupakan musim tanam tambahan yang dilakukan setelah dua kali musim tanam utama dalam satu tahun dan biasanya berlangsung pada akhir musim kemarau, sehingga membutuhkan kondisi lahan yang baik serta ketersediaan air yang mencukupi.
"Namun yang harus perlu dijaga adalah mindset petani karena setelah digunakan secara intensif, lahan pertanian juga membutuhkan waktu untuk beristirahat," jelasnya.
Wahono juga mengapresiasi atas semangat dan kerja keras para petani yang mampu menjaga produktivitas pertanian, karena sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam program pembangunan daerah.
Selain itu, lanjut Wahono, kegiatan tasyakuran panen raya ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara petani dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
"Kedepan para petani terus berinovasi dan bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta keberlanjutan ekosistem pertanian di Bojonegoro," katanya.
