kejuaraan ini juga memberikan poin peringkat internasional bagi peserta

Surabaya (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) menyebut Kejuaraan International Junior Tennis Championship ITF Widjojo Soejono, menjadi wadah pembinaan sekaligus peningkatan prestasi atlet muda baik nasional maupun internasional.

Wakil Ketua Umum PP PELTI Mohammad Jafar Hafsah, di Surabaya, Jawa Timur, Senin, menyampaikan pelaksanaan turnamen yang masuk dalam kalender resmi Federasi Tenis Internasional (ITF) membutuhkan energi dan kerja besar.

"Selain melatih atlet, kejuaraan ini juga memberikan poin peringkat internasional bagi peserta, karena masuk dalam kalender resmi ITF,” kata Jafar saat ditemui disela pembukaan ITF Widjojo Soejono ke-42 di Lapangan Tenis Kodam V Brawijaya, Surabaya.

Menurut Jafar, turnamen tersebut sekaligus mendukung visi PELTI dalam menjadikan tenis sebagai bagian dari industri olahraga. 

Ia menyebut, melalui jalur kompetisi, tenis tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membuka peluang karier dan kebanggaan bagi atlet serta daerah asalnya.

“Tenis bisa dijadikan mata pencaharian dan membawa nama harum bangsa. Inilah yang dimaksud industri tenis,” ucapnya.

Sementara itu, cucu almarhum Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono, Roy Pandhu Soejono, menyebut penyelenggaraan turnamen ini merupakan amanah keluarga yang terus dijaga sejak pertama kali digelar. 

Pihak keluarga, kata dia, berkomitmen untuk mempertahankan keberlangsungan kejuaraan meski menghadapi berbagai keterbatasan.

“Sejak awal kami terus melakukan penyesuaian, termasuk saat kondisi sulit, agar turnamen tetap berjalan. Kami ingin ada kesempatan bagi atlet lokal berpartisipasi, sekaligus menarik atlet luar negeri bertanding di sini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Turnamen ITF Widjojo Soedjono ke-42 Didik Utomo Pribadi menjelaskan bahwa dari total 500 peserta, sebanyak 350 merupakan petenis Indonesia, sementara 150 lainnya berasal dari luar negeri.

"Dari Jawa Timur menurunkan atlet pemusatan latihan daerah (puslatda) jika berusia di bawah 18 tahun, selain itu juga ada petenis nasional," katanya.

Sedangkan 150 petenis luar negeri yang ambil bagian dalam ajang tersebut, kata dia, berasal dari 24 negara, yakni diantaranya Thailand, Filipina, Korea, Taiwan, Jepang, Tiongkok, India, Malaysia dan Amerika Serikat.

Kemudian, Singapura, Australia, Hong Kong, Inggris, Polandia, Kamboja, Banglades, Swiss, Jerman, Vietnam, Srilanka, Pakistan, Myanmar, Arab Saudi hingga Afrika Selatan.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026