Surabaya (ANTARA) - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyebut jika keberadaan jembatan penyeberangan orang (JPO) Siola memperkuat fungsi dan juga visual yang ada di Jalan Tunjungan, Surabaya.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan di Surabaya, Rabu menjelaskan saat ini JPO Siola di Jalan Tunjungan sedang dibongkar untuk selanjutnya dibangun kembali yang ditargetkan rampung pada Desember 2025.
"Dalam konteks fungsional, kita harus memastikan JPO dalam kondisi aman dan layak dilewati. Maka penting untuk dilakukan pengecekan berkala. Begitu ditemukan ada kerapuhan pada bentangan, misalnya, ya harus dilakukan langkah seperti perbaikan atau pembongkaran," ujar Eri.
Ia mengatakan, JPO mendukung pengembangan ruang kota sebagai bagian dari peningkatan estetika kota. Dalam hal ini, penggantian JPO Tunjungan diharapkan bisa memperkuat penataan kawasan Tunjungan, di mana sejak November 2021, Pemkot Surabaya melakukan "placemaking" dengan meningkatkan kualitas ruang publik di kawasan tersebut.
"Sejak November 2021, dilakukan placemaking terhadap Jalan Tunjungan menjadi Tunjungan Romansa. Sekarang kawasan itu terus bergeliat. Tapi tentu pengembangan harus terus dilakukan. Selain meningkatkan keamanan JPO, hadirnya JPO baru nantinya akan memperkuat penataan kawasan Tunjungan menjadi lebih menarik, nyaman, dan berkelanjutan. JPO baru juga akan menjadi landmark baru untuk mempercantik lansekap kota," katanya.
Dia mendorong upaya placemaking terus dilakukan secara berkelanjutan di Surabaya sebagai kota besar yang padat dan sibuk.
"Placemaking kota menjadikan suatu tempat tidak hanya kita maknai sekadar sebagai lokasi fisik, tapi juga membuatnya menjadi tempat yang nyaman, terkoneksi, inklusif, partisipatif, dan menciptakan interaksi sosial. Placemaking yang dilakukan Pemkot seperti pada kawasan Tunjungan Romansa, Kota Lama, Alun-Alun Surabaya, perlu terus dikembangkan dan diperluas," ujar Eri Irawan.
Terkait skema pembiayaan yang akan melibatkan dukungan dunia usaha, Eri mengatakan, langkah tersebut bisa menjadi terobosan dalam peningkatan kualitas ruang publik.
"Seperti revitalisasi Taman Harmoni Keputih yang juga berkolaborasi dengan dunia usaha dan komunitas, konsep pembiayaan dengan dukungan dunia usaha perlu dilanjutkan pada ruang-ruang publik lain, termasuk JPO Tunjungan. Tentu kita kawal nanti semua harus dilakukan dalam koridor tata kelola yang baik," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026