Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi pasar tradisional di Kabupaten Tulungagung selama semester I 2025 tercatat mencapai Rp2,5 miliar atau 54,18 persen dari total target Rp4,5 miliar.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung Yusantoso, di Tulungagung, Selasa, mengatakan capaian tersebut diperoleh dari total 31 pasar rakyat yang tersebar di wilayah kabupaten.
“Alhamdulillah capaian PAD sektor pasar per semester I sudah 54,18 persen atau senilai Rp2,5 miliar. Ini capaian yang positif,” ujar Yusantoso.
Ia merinci, kontribusi PAD tersebut berasal dari dua jenis retribusi utama, yakni jasa umum dan jasa pelayanan pasar.
Jasa umum mencatat realisasi Rp277 juta dari target Rp487 juta (56,7 persen), sementara jasa pelayanan pasar menyumbang Rp1,8 miliar dari target Rp3,3 miliar (54,2 persen).
Dalam jasa pelayanan pasar, lanjut Yusantoso, terdapat beberapa sub item utama, termasuk retribusi grosir/pertokoan sebesar Rp119,7 juta dari target Rp230 juta serta tempat khusus parkir yang telah menyumbang Rp279 juta dari target Rp532 juta (52,4 persen).
“Meski hasilnya sudah baik, kami masih akan terus mengoptimalkan potensi PAD yang ada dari sektor ini,” kata dia.
Dari total pasar yang dikelola, Pasar Ngemplak menjadi penyumbang tertinggi, yakni sekitar 30 persen dari keseluruhan realisasi PAD pasar.
Hal ini dikarenakan kapasitas pasar yang besar, jumlah pedagang yang banyak, serta waktu operasional yang berlangsung selama 24 jam.
Atas capaian tersebut, Pemkab Tulungagung juga telah menaikkan target PAD sektor pasar melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2025, dengan estimasi kenaikan sebesar Rp400 juta hingga Rp500 juta.
“Melihat tren semester pertama, kami optimistis target retribusi pasar tahun ini bisa terlampaui,” pungkasnya.
