Malang Raya (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menyatakan telah mempersiapkan skema intensifikasi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026, melalui sektor perpajakan dan retribusi daerah.
"Kami sudah menyiapkan beberapa skema intensifikasi PAD dengan memetakan soal potensi pendapatan dan yang paling utama memaksimalkan pajak dan retribusi daerah," kata Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.
Di dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Malang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 disebutkan bahwa proyeksi PAD wilayah setempat mencapai Rp1 triliun lebih.
Jumlah itu merupakan total penghitungan potensi dari empat sumber PAD, yakni pajak daerah sebesar Rp872,9 miliar, retribusi daerah sebesar Rp129,7 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp32,4 miliar, dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp27,3 miliar.
Sedangkan, proyeksi pendapatan transfer pada 2026 senilai Rp1,1 triliun yang berasal dari pendapatan transfer dari pemerintah pusat senilai Rp1,05 triliun dan pendapatan transfer antardaerah senilai Rp55,7 miliar.
Mia sapaan akrab Amithya menyatakan dari proyeksi yang ada bahwa upaya penguatan PAD menjadi penting karena menjadi salah satu komponen membentuk kemandirian fiskal di Kota Malang.
"PAD kita itu porsinya itu 43 persen dari kemandirian fisikal Kota Malang," ujarnya.
Dia menyebut penguatan PAD juga menjadi langkah yang harus ditempuh setelah adanya pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke Pemkot Malang sebesar Rp284 miliar.
Jumlah itu disebutnya tergolong besar karena jika dipersentasekan bisa mencapai 20 persen dari porsi TKD Kota Malang.
Selain mempersiapkan skema intensifikasi PAD, DPRD Kota Malang juga turut meminta kepada pemkot setempat agar melakukan penyederhanaan terhadap kegiatan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) pada tahun anggaran 2026.
"Jadi, di dalam Rancangan APBD 2026 perlu dipilah lagi sehingga ada penghematan di beberapa sisi," tutur dia.
