Sidoarjo (ANTARA) - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengharapkan Pendidikan Menengah Kepemimpinan NU (PMKNU) angkatan V-VI menjadi solusi di era digital.
"Perkembangan digital justru tambah banyak perbedaan dan tambah banyak masalah, padahal kita punya banyak ahli IT, banyak ahli digital," katanya dalam pembukaan PMKNU V-VI di PP Bumi Sholawat, Sidoarjo, Selasa malam.
Dalam acara yang dihadiri Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang kaderisasi DR KH Miftah Faqih dan Wakil Gubernur Jatim Emil S Dardak, Gus Kikin menjelaskan era digital memang justru menimbulkan paradoks yakni ada banyak pengetahuan, namun masalah juga bertambah.
"Karena itu, semoga saja NU melalui PMKNU bisa memetakan masalah yang banyak dan solusinya," katanya dalam PMKNU yang dihadiri 134 peserta dari PW dan 23 PCNU se-Jatim serta PP Ansor dan PCNU Bogor.
Dalam PMKNU yang diselenggarakan PWNU Jatim itu, ia mengatakan solusi yang diharapkan dari NU melalui PMKNU adalah bukan solusi logika, melainkan hikmah atau kebijaksanaan dalam melangkah, sehingga tidak berbeda langkah, tapi sama dalam soliditas.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan bahwa harapan PWNU Jatim tersebut, juga menjadi harapan yang sama bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Kami butuh bimbingan NU itu bukan semata-mata soal agama tapi apa yang baik untuk masyarakat, karena NU itu panutan seluruh warga dengan menyelesaikan masalah melalui duduk bersama," kata Emil.
Hal yang sama juga ditegaskan Ketua PBNU bidang kaderisasi DR KH Miftah Faqih, bahwa PMKNU itu bukan acara trend tapi amanah konstitusi yang ada dalam peraturan perkumpulan yakni kaderisasi berjenjang.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026