Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Puspa Agro Jatim mendorong pengembangan bisnis secara digital melalui peluncuran situs resmi guna mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perdagangan yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut.

Direktur Utama Puspa Agro Jatim, M. Diah Agus Muslim menyatakan, masyarakat kini dapat melakukan pendaftaran dan penyewaan lapak maupun berbagai infrastruktur lain di kawasan Puspa Agro secara daring dari manapun.

"Saat ini website puspaagrojatim.id milik kami sudah bisa mengakomodasi masyarakat yang ingin menyewa lapak atau stan, gudang, cold storage hingga aula pertemuan yang berada dalam kawasan Puspa Agro," kata Agus di Sidoarjo, Selasa.

Dikatakannya, dalam situs tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung dan transparan mengenai spesifikasi lahan yang hendak disewa beserta harganya, yang tersedia di dalam lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur seluas 50 hektar tersebut dengan lebih dari 500 penyewa.

Ia menyebut, kemudahan dalam mengakses informasi dan juga transaksi sewa lahan tersebut merupakan salah satu upaya perusahaan di tengah era digital demi mengurangi penggunaan kertas atau paperless dalam pengisian formulir dan dokumen lainnya. 

Menurutnya, situs tersebut juga dapat menjadi media komunikasi yang dapat mengenalkan perusahaan kepada masyarakat luas.

Agus menjelaskan, ke depannya, situs tersebut akan dikembangkan menjadi laman e-commerce sehingga memungkinkan masyarakat untuk mampu membeli segala jenis barang yang dijual di Puspa Agro secara online.

"Nantinya kami akan memfasilitasi masyarakat agar dapat membeli secara langsung melalui website. Jadi website tersebut tidak hanya menjadi jembatan antar perusahaan atau business to business (b2b) melainkan juga antara pelaku usaha yang menyewa lahan dengan pelanggan atau business to customer (b2c)," kata Agus.

Senada dengan Agus, Komisaris Utama Puspa AgroJatim, Fairouz Huda, menyatakan perusahaan diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas melalui situs tersebut.

"Dengan adanya situs ini diharapkan menjadi jalan untuk pengembangan bisnis khususnya bagi generasi muda, karena saat ini banyak pelaku usaha bidang pangan serta pelanggan dari generasi muda atau milenial dan yang lebih muda, yang menggunakan platform digital dalam bertransaksi jual beli pangan," ujarnya.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026