Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, menyatakan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur memperkuat perlindungan sumber daya hayati nasional sekaligus meningkatkan efisiensi layanan logistik dan perdagangan antar wilayah.
"Keberadaan instalasi terpadu ini diharapkan dapat memastikan adanya perlindungan terhadap sumber daya hayati, memangkas waktu layanan sertifikasi, meningkatkan efisiensi perdagangan, serta mencegah praktik pungutan liar, dalam proses pengawasan dan distribusi komoditas antar wilayah maupun ekspor-impor," kata Karding di Sidoarjo, Jumat.
Menurutnya, peresmian Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur yang diadakan Jumat (8/5), disebut menjadi tonggak awal integrasi layanan karantina komoditi berupa hewan, tumbuhan, dan perikanan, ke dalam satu kawasan guna meningkatkan efisiensi pengawasan serta perlindungan sumber daya hayati Indonesia.
Di sisi lain, Karding menjelaskan bahwa karantina memiliki peran penting untuk menjamin keamanan distribusi komoditas agar terhindar dari ancaman penyakit maupun penyelundupan barang berbahaya yang dapat merugikan negara dalam jangka panjang.
Karding menyampaikan, pemerintah pernah menemukan kasus masuknya kambing ilegal yang terpapar virus penyakit mulut dan kuku (PMK) sehingga menyebabkan kerugian materi serta turut menurunkan populasi kambing ternak nasional secara signifikan.
Selain itu, pihaknya juga pernah menemukan kasus pakan ternak yang dicampur narkotika sehingga kedua kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam penguatan pengawasan karantina terhadap ancaman bioterorisme dan juga keamanan pangan nasional.
“Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 mengamanatkan sistem perlindungan terhadap keanekaragaman hayati agar persediaan sumber daya hayati tetap lestari untuk pangan, pakan, dan energi. Jadi karantina ini hadir dalam rangka menjaga agar proses distribusinya dijamin aman, sehat, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Karding juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang menyediakan lahan untuk pembangunan kawasan karantina terpadu tersebut di dalam komplek perdagangan agrobisnis modern Puspa Agro, milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jatim, sebagai model satu-satunya di Indonesia yang diharapkan dapat diterapkan juga di daerah lain.
Dirinya pun berharap, adanya instalasi terpadu tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi para pelaku hingga masyarakat Jawa Timur.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026