Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengingatkan agar tidak ada praktik mafia proyek dalam rencana optimalisasi Pasar Krian, Sidoarjo, Jawa Timur pascakebakaran.
Ia mengatakan, hasil pengecekan teknis menunjukkan bahwa bangunan pasar tersebut masih sangat layak dan tidak perlu dibongkar, cukup direnovasi agar kembali berfungsi normal.
"Saya sudah minta tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengecek struktur bangunan ini, dan hasilnya hampir 100 persen masih baik. Jadi, tidak perlu dibongkar, langsung saja direnovasi," tegas Bambang saat meninjau kondisi Pasar Krian, Sidoarjo, Rabu.
Menurutnya, pembongkaran total tidak hanya merugikan pedagang yang sudah lama menanti kepastian, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk permainan proyek yang justru tidak berpihak kepada rakyat.
"Saya sudah sampaikan langsung ke Pak Bupati Sidoarjo agar ini (Pasar Krian) tidak dibongkar. Jangan sampai ada yang mempersulit rakyat, karena kalau itu terjadi, lawannya saya," ujarnya.
Ia juga menyoroti lamanya penanganan pasca kebakaran yang membuat pasar terkesan mangkrak. "Sudah setahun lebih terbengkalai. Padahal ini pasar utama di jalur nasional, dilewati semua orang. Malu kita kalau tampilannya begini terus," katanya.
Selain menolak pembongkaran, Bambang Haryo juga mendorong adanya pelatihan pasar digital bagi pedagang tradisional. Ia berkomitmen membantu akses jaringan internet WiFi dan edukasi teknologi agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak tertinggal dalam persaingan dagang.
"Saya akan bantu WiFi dan pelatihan media sosial supaya mereka bisa promosi sendiri. Pedagang ini lebih ahli dari influencer," katanya.
Bambang menekankan, jika anggaran sudah tersedia, maka renovasi seharusnya bisa selesai sebelum akhir tahun 2025.
"Kalau sudah dianggarkan, ya segera kerjakan. Jangan ditunda-tunda lagi," katanya.
