Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sidoarjo Ahmad Zaini di Sidoarjo, Jumat, mengatakan, paket bahan pokok tersebut berasal dari dana pribadi para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
"Paket bahan pokok tersebut disalurkan kepada keluarga kurang mampu, korban pemutusan hubungan kerja, pasukan kuning, pekerja kebersihan pasar, dan tukang parkir," katanya di Sidoarjo.
Ia mengatakan, paket bahan pokok yang dibagikan tersebut di antaranya berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula 2 kilogram dan mi instan.
"Nilai setiap paket Rp150 ribu dengan total nilai sekitar Rp1 miliar," katanya.
Ia mengatakan, secara serentak seluruh unit Korpri di Kabupaten Sidoarjo menyalurkan semua paket bahan pokok kepada warga yang berhak mendapatkan.
"Kami mohon maaf jumlah paket sembako yang kita bagikan tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan, karena dana yang terkumpul tersebut merupakan dana pribadi dari para pegawai pemkab Sidoarjo, bukan dana APBD," katanya.
Di sisi lain, bantuan kepada masyarakat terdampak COVID-19 juga dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka Kwarcab Sidoarjo, yang juga menyalurkan bahan pokok kepada warga Sidoarjo.
"Bantuan bahan pokok tersebut diberikan kepada tukang becak, juru parkir maupun penjual makanan yang berada di sekitar Sanggar Pramuka Kwarcab Sidoarjo," kata Ketua Kwarcab Kabupaten Sidoarjo yang juga Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.
Ia mengatakan apa yang dilakukan Kwarcab Kabupaten Sidoarjo merupakan bentuk kepedulian kepada sesamanya di tengah pandemi COVID-19.
"100 bingkisan Sembako diberikan kepada warga sekitar Sanggar Pramuka Kwarcab Sidoarjo yang terdampak dan tidak mampu," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026