Kediri (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Jawa Timur, merawat bayi yang dibuang di area persawahan Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Subur Widono mengatakan bayi dengan jenis kelamin tersebut saat ini sudah dalam keadaan baik. Bayi dirawat petugas dari dinas sosial setelah mendapatkan perawatan medis.
"Alhamdulillah bayi sehat, meskipun ada beberapa catatan kesehatan yang tentunya perlu diperhatikan dan dipertimbangkan," katanya di Kediri, Kamis.
Subur mengatakan bayi tersebut nantinya akan dirawat di panti wilayah Sidoarjo, yang merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Keputusan itu sesuai dengan aturan untuk perawatan anak-anak terlantar.
Ia menambahkan untuk sementara bayi itu dirawat petugas dari panti tersebut. Terkait dengan nantinya untuk yang ingin mengadopsi, akan ada aturan tersendiri.
"Bisa saja (adopsi) tapi tentunya adopsi itu perlu banyak yang hal yang dilalui. Jadi, tentunya dengan aturan-aturan," kata dia.
Subur menambahkan, bayi itu akan dirawat di panti wilayah Sidoarjo tersebut sekitar satu bulan sambil melihat perkembangan selanjutnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri dr. Tony Widyanto mengatakan pemeriksaan kesehatan untuk bayi tersebut intensif dilakukan. Bayi itu dibawa masuk ke RSS pada 28 Mei 2026 hingga 4 Juni 2026.
Ia menyebut, saat awal dibawa bayi perempuan itu mengalami Hipoglikemia dan langsung ditangani oleh tim medis. Selain itu, di tubuh bayi ada masalah di jantungnya.
"Datang awal Hipoglikemia sudah kami tangani. Jadi kurang gula begitu ya. Kemudian kami lanjutkan pemeriksaan yang lain. Nah, ternyata ditemukan sedikit ya. Karena dia bayi prematur, ada kebocoran sedikit. Jadi katup jantung itu. Kalau dalam dunia medis karena prematur, nanti dipantau. Jadi kadang menutup sendiri itu," katanya.
Ia menambahkan adanya masalah jantung di tubuh bayi tersebut tidak tidak selalu menjadi kelainan. Hal ini terbukti saat bayi itu minum juga bagus, tidak sesak.
Dirinya menambahkan bayi itu memang lahir prematur. Dari bobot bayi ditimbang saat awal adalah 2.200 gram atau sekitar 34 atau 35 pekan. Jika normal bayi normal beratnya rata-rata 3 kilogram.
Pihaknya juga sudah menyerahkan bayi tersebut ke petugas terkait untuk perawatan lebih lanjut. Dari perawatan yang sudah dilakukan, bobot bayi kini sudah menjadi 2,45 kilogram.
"Kami lakukan penyerahan, serah terima bayi yang terlantar. Kami rawat beberapa hari dan ini sudah baik kondisinya, sehat dan layak untuk dirawat di tempat lain," kata dia.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026