STKIP PGRI Ponorogo dorong mahasiswa ubah skripsi jadi buku

id STKIP PGRI Ponorogo, SLG Ponorogo, Sekolah Literasi Gratis, STKIP Ponorogo

STKIP PGRI Ponorogo dorong mahasiswa ubah skripsi jadi buku

Para mahasiswa setelah ujian skripsi di depan kampus STKIP PGRI Ponorogo. (Humas STKIP PGRI Ponorogo)

Ponorogo (ANTARA) - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Ponorogo mendorong para mahasiswanya yang telah menyelesaikan penelitian, kemudian dibuat skripsi untuk diubah menjadi buku dan difasilitasi untuk diterbitkan.

"Selama beberapa tahun ini, STKIP PGRI Ponorogo dikenal sebagai kampus literasi, terutama sejak kampus ini memiliki Sekolah Literasi Gratis (SLG). Untuk membuktikan bahwa menulis buku itu tidak sulit, kami mendorong mahasiswa agar skripsinya diterbitkan menjadi buku," kata Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI POnorogo Dr H. Sutejo, MHum di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu.

Pakar sastra Indonesia itu menjelaskan program pengubahan skripsi menjadi buku tersebut terinspirasi dari pengalaman tiga tahun lalu, saat dirinya mendorong sejumlah mahasiswa yang menyelesaikan tugas makalah untuk mata kuliah Kajian Puisi diubah menjadi esai.

"Kami bergembira dan bersyukur karena dua diantaranya menjadi juara dalam lomba menulis esai yang diadakan oleh Balai Bahasa Jatim," kata pria yang sudah menulis dan menerbitkan lebih dari 20 judul buku itu.

Ia menjelaskan, mahasiswa yang esainya menjadi juara itu adalah Nita Ayu Cahyaningrumm dengan judul "Realita Ironis dalam Bayang Imaji Kumpulan Puisi Terlepas Karya Muhammad Rois Rinaldi" (Juara 1) dan Nanang Eko Saputra dengan judul "Aroma Kepedihan dalam Kumpulan Puisi Sesaji Puisi Ratu Adil" (juara harapan 1).

Untuk tahun 2019 ini, kata Sutejo, ada tujuh mahasiswa yang mengambil objek penelitian karya sastra, baik cerpen maupun novel yang skripsinya akan diolah kembali agar menjadi buku dengan tebal sekitar 200 halaman.

Untuk tahap awal, kata pria yang akrab Kang Tejo itu, buku yang akan diterbitkan dari hasil olahan skripsi tersebut berupa bunga rampai atau kumpulan dari ringkasan skripsi para mahasiswa.

"Kumpulan esai sastra itu akan dibukukan dalam judul 'Jejak Nilai Kehidupan di Balik Skripsi: Memaknai Serupa Resolusi Diri'. Ke depan, kami harapkan satu skripsi bisa diterbitkan menjadi satu buku. Tapi nanti bertahap," katanya.

Ketujuh mahasiswa yang skripsinya dinilai layak untuk diolah menjadi kumpulan tulisan dalam buku itu adalah Nanang Saryono, Fachrudin Abdurrokhim, Sri Wahyuni, Iin Rismawati, Suci Ayu Latifah, Halimmatussa’diyah, Putri Retna Mutia. Mereka adalah mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

"Semoga langkah akan terus mampu merangsang masyarakat, khususnya mereka yang bergiat di bidang pendidikan agar terdorong untuk menulis yang pada akhirnya bisa dibukukan," kata Sutejo.
 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar