Jember (Antara Jatim) - Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat sebanyak 17 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur merupakan daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor selama musim hujan.
"Kami sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah daerah rawan bencana dan tercatat 17 kecamatan di Jember memiliki potensi rawan bencana longsor dan banjir," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo di Jember, Selasa.
Menurut dia, daerah rawan bencana banjir berada di 12 desa/kelurahan yang tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Silo terdapat empat desa yakni Desa Karangharjo, Harjomulyo, Pace, dan Mulyorejo, kemudian di Kecamatan Sumberbaru berada di dua desa yakni Desa Yosorati dan Gelang.
"Daerah rawan banjir juga berada di Kecamatan Panti yang meliputi Desa Kemuninglor, Kemiri, Suci, Pakis, dan Serut. Selanjutnya Kecamatan Patrang yang rawan banjir di Kelurahan Slawu," tuturnya.
Ia mengatakan daerah potensi banjir genangan berada di Kecamatan Tempurejo yang tersebar di lima desa yakni Desa Tempurejo, Sidodadi, Wonoasri, Curahnongko, dan Curahtakir, sedangkan di Kecamatan Kencong meliputi Desa Cakru, Paseban, dan Kraton.
"Banjir genangan juga sering terjadi di Desa Mayangan-Kecamatan Gumukmas, kemudian Desa Balunglor-Kecamatan Balung, Desa Rambigundam-Kecamatan Rambipuji, dan Desa Lojejer-Kecamatan Wuluhan," katanya.
Sementara untuk daerah rawan tanah longsor tersebar di 11 kecamatan yakni Kecamatan Jelbuk, Arjasa, Sumberjambe, Silo, Mayang, Ledokombo, Patrang, Mumbulsari, Sumberbaru, Puger, dan Panti.
"Untuk Kecamatan Jelbuk meliputi tiga desa yakni Desa Panduman, Sucopangepok, dan Sukowiryo, Kecamatan Arjasa (Desa Arjasa dan Darsono), Kecamatan Sumberjambe (Desa Gunungmalang dan Rowosari), Kecamatan Silo (Desa Garahan, Karangharjo, Harjomulyo, Pace, dan Mulyorejo), Kecamatan Mayang (Desa Mrawan dan Seputih), Kecamatan Ledokombo (Desa Sumberlesung dan Sumbersalak).
Kemudian di Kecamatan Patrang terdapat Kelurahan Bintoro, Banjarsengon, dan Jumaerto, di Kecamatan Mumbulsari (Desa Mumbulsari, Kawungrejo, Tamansari), Kecamatan Sumberbaru (Desa Kaliglagah dan Gelang), Kecamatan Puger (Desa Grenden), dan Kecamatan Panti (Desa Suci, Pakis, dan Kemiri).
"BPBD Jember sudah menetapkan status siaga bencana alam sejak 1 Oktober 2016 seiring dengan mulainya musim hujan yang mengguyur kabupaten setempat, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya," ujarnya, menambahkan.
Data BMKG Juanda yang diterima oleh BPBD Jember menyebutkan curah hujan di Kabupaten Jember diprediksi cukup tinggi yakni seitar 400-500 milimeter dengan puncak curah hujan terjadi pada November-Desember 2016.(*)
