Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Jawa Timur, menyusun peta rawan bencana untuk mempermudah proses mitigasi di tingkat wilayah.
"Petanya sedang kami susun untuk warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Ini peta bencana menjadi bahan mitigasi pejabat kewilayahan dan kami tentunya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.
Ketika penyusunan selesai, kata dia, BPBD Kota Malang langsung mendistribusikan peta rawan bencana ke masing-masing pejabat wilayah, mulai camat, lurah, hingga ketua RT dan RW.
Prayitno menyebut apabila setiap wilayah telah memiliki peta tersebut, maka jika sewaktu-waktu terjadi potensi bencana alam semua pihak bisa secepatnya mengambil tindakan, mulai mendesain alur dan menetapkan titik evakuasi hingga pelaksanaan mitigasi sosial serta struktural.
Pembuatan peta ini menjadi langkah BPBD setempat dalam mengefektifkan upaya penanggulangan dan penanganan setiap kejadian bencana alam, termasuk banjir.
Pasalnya, pada Kamis (4/12) sebanyak 39 titik di tiga wilayah kecamatan, yaitu Sukun, Blimbing, dan Lowokwaru, Kota Malang, sempat dilanda banjir saat hujan deras.
Dia menyatakan dari peta itu nantinya pejabat wilayah bersama masyarakat akan memetakan penyebab kejadian bencana alam, misalnya untuk banjir apakah hanya berkaitan dengan persoalan sistem drainase yang tidak berfungsi maksimal atau karena penyebab lain.
Jika itu berkaitan dengan drainase, kata dia, maka perlu penanganan teknis melalui tahapan mitigasi struktural melalui pejabat wilayah ke instansi terkait.
"Sehingga diproses pembangunan berikutnya saluran air menjadi isu penting," ucapnya.
Sementara itu berdasarkan hasil identifikasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, banjir yang terjadi kemarin (4/12) disebabkan adanya endapan sedimentasi akibat penumpukan sampah pada saluran air.
Pemkot Malang telah mengirimkan alat berat untuk melakukan penanganan pada masalah tersebut.
Sedimentasi pada saluran pada akhirnya mempersempit ruang atau jalur aliran dan menyebabkan air meluber ke jalan. Sedangkan, air yang ada di bagian jalan tidak masuk ke dalam saluran.
