Pamekasan (Antara Jatim) - Perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jawa dan Madura membahas peran santri menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 di kampus Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Minggu.

Pembahasan tentang peran santri itu diselenggarakan dalam seminar nasional humaniora dan aplikasi teknologi informasi bertajuk "Santri dan IT Menyongsong MEA 2015.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan peran santri dalam penguasaan IT melalui lembaga perguruan tinggi," kata Rektor UIM Pamekasan Ahmad Asir, M.Ag.

Kedelapan perwakilan perguruan tinggi itu meliputi, ITS Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Bhayangkara, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKI) Gresik, Universitas Hang Tuah,  Universitas Trunojoyo (UTM) Bangkalan, STIMIK Yogyakarta dan Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan.

Dalam seminar yang dipandu oleh dosen IT UIM Muhsi, MT itu, menghadirkan dua pembicara, yakni CEO PT Media Kreasi Indonesia (MKI) Syariful Alim, M.Cs, dan CEO PT Catfiz Indonesia Moch Arfan, S.Kom.

Menurut Dekan Fakultas Teknik UIM Pamekasan Dr Hozairi, kegiatan itu baru pertama kali digelar.

Selain untuk meningkatkan pengusaan santri dan mahasiswa di bidang IT, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi lain di Jawa Timur, sebagai upaya untuk meningkatkan peran perguruan tinggi Islam yang ada di bawah naungan pondok pesantren itu.

"Seminar ini diikuti oleh 220 peserta dari delapan perguruan tinggi," katanya.

Dari 220 peserta itu, sebanyak 120 orang di antaranya menyumbangkan gagasan mereka dalam bentuk makalah terkait peningkatan peran santri dalam bidang IT. Antara lain dari fakultas teknik sebanyak 3 pemkalah, pertanian sebanyak 2 pemakalah, ekonomi sebanyak 2 pemakalah dan fakultas Mipa sebanyak 3 pemakalah.

Presentasi materi seminar dari dua pemakalah ini berlangsung selama sekitar 1 jam lebih dan dilanjutkan dengan sesi dialog.

Pemateri Syariful Alim menyajikan materi tentang Profesi di Bidang Informasi, sedangkan Moh Arfan menyajikan materi tentang "Teknologi Informasi dan Media Sosial tantangan dan peluang di era global".

Syariful Alim menyinggung pentingnya tata kelola informasi, yakni konsep dan praktik.

Konsep, kata dia, mengetahui sistem informasi dan teknologi informasi, sedangkan sistem tidak berkaitan dengan alat. Ia juga menjelaskan secara detail tentang ragam proses informasi, seperti design, development, implementation, maintenance.

Pemateri ini juga membeberkan tentang etika bisnis, karena akan menjadi barometer bagi perusahaan untuk menerima calon pekerja.

"Tetap jaga rahasia, sebab jika hal itu terjadi, maka perusahaan akan mempertimbangkan kita ini diterima atau tidak, dan ini penting," katanya.

Sedangkan pemateri Moch Arfan menjelaskan tentang peluang bisnis melalui teknologi informasi, data pengguna internet di Indonesia, dan maraknya bisnis melalui dunia internet.

Ia menjelaskan, pengguna internet di Indonesia pada 2014 saja sudah mencapai 107 juta penduduk.

"Sebelumnya pada 2001 hanya 42 juta, 2011 sebanyak 55 juta, padan 2012 sebanyak 63 juta, dan pada 2013 sebanyak 82 juta," katanya.

Rata-rata para pengguna internet itu antara umur 12 hingga 34 tahun dengan rata-rata penggunaan setiap harinya sekitar 3 jam.

"Ini sesuai dengan data asosiasi pengguna jasa internet indonesia (APJII)," katanya.

Saluran media yang paling banyak digunakan untuk bidang teknologi informasi ialah media televisi, lalu media online, radio, media sosial dan koran.

Usai seminar, panitia lalu membagi peserta seminal dalam beberapa kelompok untuk membentuk rekomendasi dan tindak lanjut dari seminar nasional itu.

Dalam seminar nasional itu juga digelar penandatanganan nota kesepaham antara UIM Pamekasan dengan PT Media Kreasi Indonesia (MKI), CEO PT Catfiz Indonesia, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan. (*)


Pewarta: Abd. Azis
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026