bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi pesantren dan masyarakat sekitar
Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyerahkan bantuan sarana pengolahan sampah sekaligus menggelar pelatihan pengelolaan sampah di Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Kalijogo, Surabaya, Jawa Timur, Senin.
“Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya soal menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi pesantren dan masyarakat sekitar,” kata Cahyo usai menyerahkan bantuan.
Bantuan yang disalurkan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur itu meliputi mesin pencacah sampah, fasilitas budidaya maggot, tempat sampah roda, serta sarana pendukung pengelolaan sampah lainnya.
Ia menilai Pondok Pesantren Sunan Kalijogo yang berada di kawasan padat penduduk Kota Surabaya membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, mengingat jumlah santri yang banyak dengan produksi sampah harian yang tinggi.
Menurut dia, sampah dapat menjadi bencana apabila tidak dikelola dengan baik, namun sebaliknya dapat menjadi sumber pemberdayaan ekonomi apabila didukung teknologi, sumber daya manusia, dan semangat gotong royong.
Cahyo berharap program tersebut dapat mendukung target pengelolaan sampah nasional sekaligus menjadi bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur menuju pengurangan sampah secara berkelanjutan pada 2030.
Ia optimistis Pondok Pesantren Sunan Kalijogo dapat menjadi pelopor gerakan pengelolaan sampah berbasis pesantren di Kota Surabaya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Surabaya, H. Nafi Mubarok, mengakui persoalan sampah menjadi salah satu tantangan utama di lingkungan pesantren.
Menurut dia, tingginya konsumsi makanan kemasan di kalangan santri menyebabkan volume sampah plastik dan kertas terus meningkat setiap hari.
“Selama ini sampah hanya dikumpulkan lalu dibuang ke TPS atau TPA. Dalam sehari bisa mencapai tiga tempat sampah besar,” ujarnya.
Ia menambahkan bantuan alat pengolahan sampah dan pelatihan yang diberikan dinilai sangat relevan untuk membantu pesantren mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan pemahaman santri mengenai pengelolaan sampah yang lebih produktif.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Sarana dan Prasarana Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Agus Sucahyo mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, pengelolaan sampah di Jawa Timur saat ini baru mencapai sekitar 56 persen.
Ia menyebut program eko pesantren menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan pengurangan dan penanganan sampah melalui pendekatan berbasis masyarakat.
“Pada tahun 2026 terdapat sekitar 25 program eko pesantren di Jawa Timur dan Pondok Pesantren Sunan Kalijogo diharapkan menjadi salah satu percontohan,” ujarnya.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026