Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp375,9 juta kepada ratusan pelajar dan mahasiswa pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan program beasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Kemajuan daerah dapat dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketika pendidikan maju, maka tingkat peradaban daerah juga akan maju,” katanya di Lamongan, Rabu.

Sebagai informasi, IPM Kabupaten Lamongan saat ini mencapai 76,8 yang dipengaruhi perkembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Yuhronur menjelaskan, bahwa semangat Harkitnas sudah seharusnya diwujudkan melalui peningkatan kualitas generasi muda, termasuk penguatan pendidikan, penguasaan teknologi, dan literasi digital.

Pemkab Lamongan bersama Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lamongan dan Baznas Jawa Timur menyalurkan bantuan pendidikan kepada 218 penerima dari 68 lembaga.

Program Lamongan Cerdas diberikan kepada 138 santri dari 37 lembaga dengan bantuan Rp1,8 juta per enam bulan, lima siswa SD/MI sebesar Rp600 ribu per tahun, lima siswa SMP/MTs sebesar Rp900 ribu per tahun. 

Kemudian diberikan pada 20 siswa SMA/MA dari 11 lembaga sebesar Rp1 juta per bulan, serta 35 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi sebesar Rp2 juta per semester.

Sementara program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) disalurkan kepada 15 penerima dari empat lembaga dengan bantuan Rp2 juta per semester. Selain itu, Baznas Jawa Timur juga menyalurkan beasiswa kepada 20 pelajar SMA/MA dan 15 mahasiswa asal Lamongan.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026