Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Babat diproyeksikan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah bagian barat dan mengurai kemacetan di kawasan tersebut. 

“Keberadaan jalan tersebut tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga memperlancar distribusi barang dan jasa sehingga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya di Lamongan, Jawa Timur, Kamis. 

Secara teknis, proyek JLS Babat dirancang sepanjang sekitar 6,9 kilometer dengan lebar lahan 28 meter dan badan jalan 14 meter menggunakan konstruksi betonisasi (rigid pavement).

Jalur tersebut melintasi Plaosan, Sogo, Gedongkulon, Pucakwangi hingga Karangkembang yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro.

Yuhronur menjelaskan, jalur tersebut akan menjadi alternatif utama kendaraan logistik dan antarkabupaten sehingga distribusi barang lebih efisien tanpa melintasi pusat keramaian Babat.

“Arus kendaraan dari arah Surabaya menuju Bojonegoro, Tuban hingga Jombang bisa lebih lancar tanpa masuk ke pusat Babat,” katanya.

Pemkab Lamongan mengalokasikan sekitar Rp100 miliar pada 2026 untuk pembangunan infrastruktur, termasuk percepatan JLS Babat, serta sekitar Rp50 miliar secara kumulatif untuk pembebasan lahan.

Proses pembebasan dilakukan bertahap, sekitar 70 persen ditangani pemerintah pusat dan sisanya oleh pemerintah daerah.

Ia menambahkan, hingga Mei 2026 sebagian ruas jalan telah selesai dicor, sementara segmen lainnya masih dalam tahap pemasangan rangka besi dan penyiapan lahan. Proyek tersebut ditargetkan rampung secara bertahap setelah proses pembebasan lahan terselesaikan.

Selain JLS Babat, program prioritas pemkab Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) pada 2026 juga menyasar 56 ruas jalan strategis sepanjang 40 kilometer di berbagai kecamatan melalui rekonstruksi, pelebaran, pengecoran hingga pengaspalan jalan.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026