Lamongan (ANTARA) - Realisasi luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mencapai 65.426 hektare hingga awal Mei 2026 atau 28,04 persen dari target pemerintah pusat sebesar 233.327 hektare.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Lamongan, Kamis, mengatakan capaian tersebut didukung upaya modernisasi pertanian melalui mekanisasi alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi produksi pangan.

“Ini sebagai upaya kami agar pertanian semakin modern, dengan mekanisasi mulai dari alat tanam sampai panen diupayakan secara mekanis, sehingga hasil pertanian semakin maksimal, efisien, dan meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Lamongan,” katanya.

Ia menjelaskan penggunaan alat pertanian modern, termasuk combine harvester, diharapkan dapat mempercepat proses panen, mengurangi kehilangan hasil pertanian, serta mendukung percepatan masa tanam petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan mekanisasi pertanian menjadi salah satu strategi daerah untuk menjaga produktivitas pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja sektor pertanian.

Menurut dia, bantuan alat mesin pertanian juga diarahkan untuk mendukung percepatan indeks pertanaman dan menjaga stabilitas produksi padi di Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Dengan mekanisasi, proses budidaya hingga panen menjadi lebih cepat dan efisien sehingga petani dapat segera melakukan masa tanam berikutnya,” katanya.

Pemkab Lamongan pada kesempatan tersebut juga menyalurkan bantuan combine harvester Bimo 110 Plus kepada tiga kelompok tani, yakni Poktan Sri Rejeki Kayen Desa Jubelkidul Kecamatan Sugio, Poktan Luhur 1 Desa Kebalankulon Kecamatan Sekaran, dan Poktan Sekar Arum Desa Gintungan Kecamatan Kembangbahu.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026