Ngawi (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, mewaspadai ternak sapi asal Provinsi Jawa Tengah yang akan digunakan sebagai hewan kurban guna mengantisipasi sebaran penyakit antraks menjelang Hari Raya Idul Adha.
Menurut dia, guna mewaspadai antraks, pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap hewan ternak yang beredar di wilayah Ngawi. Seperti pemeriksaan intensif ke pasar-pasar hewan dan musiman di wilayahnya.
Ia menjelaskan, pengawasan dan kewaspadaan itu tidak hanya dilakukan jelang Idul Adha saja. Namun juga rutin saat hari-hari biasa.
Untuk itu, pihaknya dengan menggandeng Pemprov Jatim akan memaksimalkan fungsi pos pantau hewan di daerah perbatasan Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah di Mantingan, untuk mengawasi lalu lintas penjualan ternak.
Sunito menjelaskan, hasil pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dilakukannya baru-baru ini menyebutkan, secara umum hewan ternak yang diperiksa di Pasar Hewan Ngawi dalam kondisi baik. Hanya ada beberapa yang terkena penyakit, namun penyakit tersebut sifatnya tidak membahayakan.
Selain melakukan pemeriksaan di pasar hewan, petugas juga melakukan pemeriksaan di sejumlah pedagang hewan kurban dadakan yang banyak terdapat di wilayah Ngawi.
