Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menerjunkan tim melakukan pemeriksaan kesehatan hewan menjelang Hari Raya Idul Adha 2025.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Moh. Ridwan mengemukakan pemeriksaan hewan kurban itu menyasar ke titik-titik pasar hewan dadakan.
“Pemeriksaan meliputi antemortem seperti umur hewan, pengamatan aktivitas dan perilaku hewan serta pemeriksaan keadaan hewan secara umum. Tujuannya ialah untuk memastikan hewan kurban yang diperdagangkan sehat dan sesuai syariat,” katanya di Kediri, Senin.
Ia menambahkan selain pemeriksaan hewan kurban juga dilakukan pemeriksaan administrasi meliputi asal hewan kurban, jumlah, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk memastikan terkait dengan kesehatan hewan kurban.
Tim, kata dia, melakukan pemeriksaan di sembilan titik lokasi pasar hewan dadakan yang berada di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Dari hasil pemeriksaan, terdapat beberapa temuan di antaranya ada yang terkena penyakit mata.
“Untuk hasil pemeriksaan hari ini kami menemukan beberapa hewan yang terserang penyakit ringan seperti penyakit mata,” kata dia.
Pihaknya juga langsung meneteskan obat mata ke hewan yang matanya sakit, saat pemeriksaan tersebut. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan, sehingga hewan menjadi sehat, sehingga bisa digunakan untuk hewan kurban saat sudah terjual nantinya.
Ridwan juga mengimbau peternak agar menjual hewan kurban yang sehat dan memenuhi syariat.
“Kami juga mengimbau para pedagang hewan kurban agar rutin memperhatikan kondisi kebersihan kandang dan lokasi berdagang,” kata dia.
Selain pasar dadakan di Kecamatan Mojoroto, kegiatan serupa juga dilakukan ke pasar dadakan lainnya di dua kecamatan wilayah kota, yakni Kecamatan Pesantren serta kota, hingga menjelang hari raya kurban.
Dari DKPP Kota Kediri nantinya juga memberikan surat keterangan yang menyatakan bahwa hewan kurban sudah diperiksa dan dinyatakan sehat.
Ridwan berharap dengan pemeriksaan yang dilakukan secara intensif ini, pelaksanaan Idul Adha di Kota Kediri dapat berjalan aman dan lancar.
Selain itu masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang serta mendapatkan hewan yang sehat dan memenuhi syariat agama.
Sementara itu, salah seorang peternak, Mia mengatakan dirinya telah menekuni usaha peternakan kambing sejak 2010 hingga sekarang.
Ia menambahkan tantangan yang cukup berat adalah saat musim hujan, hewan ternak rawan terkena penyakit mata dan perut kembung.
Dirinya senang dengan pemeriksaan ini. Selain memastikan terkait dengan kondisi ternaknya, petugas juga memberikan obat tambahan sehingga hewan miliknya yang sakit bisa segera diberi obat.
“Alhamdulillah senang dengan adanya pemeriksaan in.i Kami juga diberikan obat tambahan dari DKPP sehingga harapannya hewan yang sakit bisa segera sehat kembali,” kata dia.
Mia menambahkan menjelang Idul Adha 2025, permintaan hewan kurban cenderung naik. Permintaan hingga ke luar kota. Selain untuk keperluan Idul Adha, biasanya banyak pelanggan yang membeli untuk bahan satai ataupun akikah.
“Selain untuk hewan kurban, kambing yang kami ternak ini juga banyak dibeli penjual sate dan masyarakat untuk acara akikah," kata dia.
Dirinya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan saat menjelang Idul Adha, tetapi juga di luar waktu tersebut. Sebagai peternak seperti dirinya bisa sambil belajar tentang perawatan hewan ketika ada petugas yang berkunjung.
“Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan sehingga masyarakat bisa lebih yakin untuk membeli hewan dan peternak juga semakin paham mengenai pentingnya kesehatan hewan,” kata dia.
