Malang (Antara Jatim) - Sebanyak 9.000 warga miskin atau gakin Kota Malang, Jawa Timur, diberikan subsidi untuk penyambungan fasilitas sarana air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat melalui program khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Direktur Utama PDAM Kota Malang, Jemianto, Kamis mengatakan untuk memberikan subsidi bagi 9.000 MBR tersebut, PDAM menyediakan anggaran sebesar Rp25 miliar. Anggaran sebesar Rp25 miliar itu bantuan hibah dari pemerintah pusat. "Dengan adanya subsidi tersebut, MBR yang ingin berlangganan air PDAM, cukup hanya membayar Rp550 ribu untuk penyambungan hingga air mengalir. Biaya penyambungan baru bagi MBR tersebut lebih murah dibandingkan dengan biaya penyambungan masyarakat umum yang sebesar Rp998 ribu," ujarnya. Jemianto mengatakan program subsidi penyambungan baru bagi MBR itu sudah berjalan selama empat tahun berturut-turut dan jumlah MBR yang disubsidi dari tahun ke tahun terus bertambah. Pada tahun 2011, sambungan untuk MBR sebanyak 2.000 dengan dana hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp5 miliar, 2012 sebanyak 4.500 MBR dengan dana sebesar Rp14 miliar, 2013 sebanyak 8.500 MBR dengan dana Rp24,5 miliar, dan tahun 2014 sebanyak 12 ribu MBR dengan dana sebesar Rp34 miliar. Jumlah keseluruhan sambungan MBR, termasuk 9.000 pada tahun ini, sebanyak 36 ribu sambungan. Selain sambungan MBR, lanjutnya, tahun ini PDAM juga menargetkan pelanggan (sambungan) baru non-MBR sebanyak 6.000 sambungan. Dengan demikian, jumlah pelanggan PDAM di Kota Malang secara keseluruhan mencapai 135 sambungan dan tahun 2017 diupayakan seluruh wilayah Kota Malang bisa terlayani (100 persen cakupan layanan). Ia mengakui sampai saat ini masih ada titik-titik lokasi tertentu yang belum terjamah cakupan layanan air PDAM, yakni di wilayah Timur, seperti kawasan Arjowinangun dan Buring di Kecamatan Kedungkandang. Saat ini sudah mulai dilakukan pembenahan infrastruktur dan tahun ini diharapkan masyarakat wilayah itu sudah terlayani air PDAM. (*)
Berita Terkait
Kemen PKP identifikasi konsep penataan Kayutangan untuk kawasan padat
2 Januari 2026 20:16
DLH Kota Malang tambah jam pengambilan guna tangani lonjakan volume sampah
1 Januari 2026 19:14
Polresta Malang catat angka kecelakaan turun 4,07 persen pada 2025
1 Januari 2026 17:30
Wisatawan padati Kayutangan Malang saat malam pergantian tahun
1 Januari 2026 07:51
BPBD Kota Malang aktifkan pos siaga demi percepat penanganan dampak bencana
31 Desember 2025 19:16
Wali Kota Malang: Kenaikan UMK kuatkan keharmonisan pekerja dan perusahaan
29 Desember 2025 17:48
