Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan pendampingan untuk guru atau pendidik taman kanak-kanak (TK) serta tutor pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) terkait dengan pendampingan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono, di Kediri, Selasa mengemukakan edukasi ini diberikan sebagai upaya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang ramah, terbuka dan mampu menjangkau seluruh anak tanpa membedakan kondisi mereka. Sebab, menjadi tenaga pendidik juga dituntut untuk memahami karakter dan potensi anak.
“Menjadi tenaga pendidik bukan sekadar mengajar materi di kelas, melainkan memahami karakter dan potensi setiap anak, terutama bagi anak berkebutuhan khusus,” katanya.
Mandung mengatakan ada beberapa poin penting bagi pendidik dalam mendampingi ABK, antara lain mendampingi dengan hati, kesabaran, kasih sayang, dan pendekatan yang tepat.
"Pendidikan inklusif saat ini menjadi salah satu perhatian penting dalam dunia pendidikan," ujarnya.
Menurut dia, semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang sama termasuk guru, sehingga edukasi diberikan guna meningkatkan kapasitas pendidik.
Dia juga ingin agar sekolah maupun lembaga pendidikan nonformal di Kota Kediri semakin menjadi tempat belajar yang aman, nyaman dan menerima keberagaman.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap dapat menambah wawasan dan keterampilan dalam memberikan layanan pembelajaran yang lebih inklusif dan menyenangkan,” kata dia.
Mandung mengatakan untuk memastikan pendidikan inklusi berjalan optimal, Dinas Pendidikan Kota Kediri melalui pengawas sekolah dan penilik juga intensif melakukan monitor rutin ke setiap satuan pendidikan.
Di Kota Kediri, sekolah tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) juga sudah memfasilitasi bagi anak berkebutuhan khusus. Namun, sejak dini pendidik baik tingkat TK maupun PKBM juga diberikan bekal untuk mengetahui kondisi anak.
Sementara itu, kegiatan edukasi tersebut diikuti oleh 206 peserta pendidik TK dan tutor PKBM di Kota Kediri.
Acara digelar dengan materi tentang deteksi dini ABK dan strategi merangkul anak disabilitas. Selain itu, juga ada praktik lapangan setelah materi diberikan.
Kegiatan tersebut juga menggandeng narasumber ahli yakni Dosen Psikologi UIN Syech Wasil Kediri serta psikolog dari RSUD Gambiran Kota Kediri.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026