Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur memaparkan program Gerakan Efektif Mitra Pentahelix Inklusif dan Terpadu Untuk Aksi Sehat (Gempita) Kota Kediri dalam proses Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2025.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan pemkot sangat peduli terhadap isu kesehatan. Sejak tahun 2001, Pemerintah Kota Kediri telah berkomitmen dalam membangun ekosistem Kota Sehat, yang diawali dengan pembentukan Forum Kabupaten/Kota Sehat sebagai wadah kolaborasi dan penggerak berbagai program kesehatan berbasis masyarakat.
"Sejak tahun 2005 Kota Kediri secara konsisten mengikuti Penghargaan Swasti Saba tingkat pusat, melalui proses panjang yang melibatkan berbagai evaluasi, tantangan, serta pencapaian," katanya di Kediri, Rabu.
Ia menambahkan bahwa konsep Kota Sehat dibangun melalui sembilan tatanan yang melibatkan kelembagaan mulai dari tingkat kelurahan hingga kota, serta sinergi seluruh perangkat daerah dan pemangku kebijakan terkait.
Tatanan pertama kehidupan masyarakat sehat yang mandiri. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan ILP di posyandu yang melibatkan Pokja Kelurahan Sehat, dengan inovasi “Satu Puskesmas Satu Dokter Spesialis Anak” untuk diagnosa stunting.
Lalu pemberdayaan kelompok wanita tani melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), gerakan Gemarikan bekerja sama dengan pelaku usaha lokal serta pembentukan jejaring keamanan pangan segar daerah, yang menyasar pelaku usaha pangan di pasar tradisional.
Kemudian pada tatanan kedua, permukiman dan fasilitas umum. Kota Kediri telah menerapkan sistem sampah terpilah, jalur pedestrian, taman anak, dan jalur difabel pada ruang terbuka hijau.
Lalu di tempat Ibadah dilengkapi tempat sampah terpilah, jalur evakuasi, APAR, dan toilet.
Kemudian sanitasi berkelanjutan melalui keberadaan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selanjutnya tatanan tiga, yakni Sekolah Sehat. Kota Kediri telah melakukan pendampingan dan pendataan sekolah ramah anak dan bebas zona rokok (zero smoking school).
Inovasi yang dilakukan seperti pembuatan eco brick, kompos, teh bunga telang, budidaya ikan dalam ember, puding mangga, serta program Gemasbersa (Gerakan makan bergizi bersama), serta penerapan pendidikan inklusi di sejumlah sekolah.
Pada tatanan empat pasar sehat. Kota Kediri telah memiliki Pasar Pahing Kota Kediri yang telah terdapat Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) bekerja sama dengan puskesmas, serta telah tersedianya ruang laktasi, sistem pengolahan sampah 3R, dan fungsi edukasi bagi pelajar.
Kemudian tatanan lima, perkantoran dan industri sehat. Kota Kediri telah melakukan pembinaan IKM untuk memenuhi standar usaha seperti NIB, P-IRT, sertifikat halal, dan hak merek, dan pelaksanaan tempat kerja bebas rokok. Serta pemantauan kesehatan dan keselamatan Kerja (K3) oleh Forum Komunikasi Kecamatan dan Pokja Kelurahan Sehat.
Selanjutnya, pada tatanan enam, pariwisata sehat, telah dilakukan pengembangan daya tarik wisata (DTW) dengan pembinaan dan kolaborasi bersama pengelola wisata serta FKKS, untuk mewujudkan destinasi wisata yang sehat dan aman.
Tatanan tujuh, transportasi dan lalu lintas sehat. Keberadaan Terminal Tamanan Kediri yang telah memenuhi standar layanan dan memiliki fasilitas pendukung seperti uji KIR, ATCS (Area Traffic Control System), dan bengkel pemantau emisi. Serta keterlibatan masyarakat dalam pemantauan kesehatan lingkungan terminal, pemanfaatan trotoar, dan jalur disabilitas.
Tatanan delapan, perlindungan sosial, dengan dilakukan melalui layanan oleh lembaga seperti Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) An-Nur dan LKSA Mutiara Gemilang yang menyediakan pendidikan, rehabilitasi sosial, layanan kesehatan dan gizi, serta pembinaan karakter dan keagamaan bagi anak.
Terakhir, tatanan sembilan, pencegahan dan penanggulangan bencana. Meskipun Kota Kediri relatif aman dari bencana, program Destana (Desa Tangguh Bencana) tetap dilaksanakan, serta ada pula inovasi layanan pengaduan 24 jam melalui Lapor Mbak Wali 112 sebagai respon cepat terhadap keluhan masyarakat.
“Saya mohon arahan dan masukan dari para verifikator sebagai tim pembina tingkat pusat, agar Kota Kediri semakin nyaman, aman, bersih, dan sehat,” kata Mbak Wali, sapaan akrabnya.
Proses verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2025 dilakukan secara daring yang dilaksanakan di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.
