Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur meningkatkan kualitas pendidikan di kota ini dengan memperluas sekolah inklusi di seluruh sekolah negeri mulai dari TK hingga SMP.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan pemkot bertekad kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, salah satunya dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak-anak disabilitas untuk mendapat hak pendidikan yang sama.
"Tadi kita juga lihat penampilan rebana dari adik-adik berkebutuhan khusus dan semangat mereka tinggi. Mereka juga banyak yang berprestasi. Nanti di SPMB kita buka di semua sekolah negeri kelas inklusi," katanya dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kediri, Jumat.
Wali kota saat berada di SMPN 1 Kota Kediri menambahkan, rencananya dalam SPMB Kota Kediri akan membuka kelas inklusi di semua sekolah negeri pada jenjang TK, SD dan SMP. Hal itu untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak usia sekolah untuk bisa belajar.
Dia juga meminta kepada para pelajar untuk terus menumbuhkan semangat belajar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan sekolah serta harus bisa memanfaatkan dengan baik segala fasilitas yang ada di sekolah ini.
Kedua, para pelajar juga harus bisa menghargai guru dan menjaga pertemanan. Pelajar untuk menjauhi perundungan dan harus saling mendukung serta memotivasi.
"Jadikan sekolah ini menjadi wadah bagi kalian untuk membangun mimpi dan cita-cita kalian. Jangan lupa karena dunia bergerak sangat cepat, teknologi juga berkembang begitu pesat. Maka dari itu jangan lupakan untuk terus belajar dan menjaga budi pekerti," kata dia.
Dia juga ingat satu kalimat dari tokoh pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang sangat relevan yakni "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani". Kalimat ini memiliki makna yang mendalam. Pendidik bisa menjadi contoh di depan, di tengah memberi semangat, dan di belakang bisa memberikan dorongan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti untuk menginklusikan seluruh satuan pendidikan negeri mulai dari TK, SD, dan SMP.
Ia menyebut, untuk persentase daya tampung, di tingkat TK dan SD minimal 15 persen untuk afirmasi dan inklusi. Lalu di tingkat SMP minimal 20 persen. Serta daya tampung berdasar domisili untuk TK dan SD minimal 70 persen serta SMP 40 persen.
"Kami siap mendukung. Tentunya hal ini bertujuan untuk semakin memberikan ruang dan kemudahan serta jaminan pendidikan kepada anak-anak inklusi di Kota Kediri," kata Anang.
