Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong perbaikan fasilitas di pasar tradisional wilayah kota ini, sehingga semakin baik dari segi tata kelola, pelayanan hingga sarana prasarana.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan Perumda Pasar Joyoboyo Kediri, yang membawahi pasar tradisional di Kota Kediri, harus terus meningkatkan kinerja dan pelayanan dari tahun ke tahun.

"Tantangan demi tantangan harus dihadapi, salah satunya mampu memahami pola belanja masyarakat. Seperti diketahui saat ini masyarakat suka berbelanja daring. Cukup memesan dari rumah dan produk bisa di antar," katanya di Kediri, Minggu.

Ia mengungkapkan bahwa berbagai layanan harus sigap untuk disikapi, sehingga roda aktivitas di pasar pun berjalan baik.

"Hal-hal semacam ini harus kita sadari dan tidak menutup kemungkinan kita harus mengikuti tren. Kita harus paham apa yang dibutuhkan masyarakat. Saya harap Perumda Pasar Joyoboyo Kediri terus meningkatkan pelayanannya," kata dia.

Dirinya menambahkan pasar bukan hanya tempat untuk transaksi ekonomi, melainkan juga sebagai denyut nadi kehidupan ekonomi sosial masyarakat dan penggerak ekonomi kerakyatan.

Pemkot juga telah melakukan Refleksi Akhir Tahun 2025 Perumda Pasar Joyoboyo Kediri, dengan harapan bisa menjadikan semangat lebih bagi Perumda Pasar Joyoboyo Kediri, untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan.

Ia juga menilai, saat ini kawasan di pasar juga sudah lebih baik. Ada beragam inovasi, salah satunya di Pasar Setono Betek, Kota Kediri sekarang tidak hanya tempat berbelanja tapi juga ada kafe yang ramai dikunjungi.

"Meskipun capaian-capaian sudah bagus jangan cepat berpuas diri. Saya percaya jajaran perumda sudah melakukan pembenahan dari tata kelola, pelayanan, sarana prasarana sehingga muncul beragam inovasi," ujar dia.

Direktur Perumda Joyoboyo Kediri Djauhari Luthfi menjelaskan perumda mengelola sembilan pasar tradisional.

Menurut dia, kompetitor dari pasar tradisional ini adalah pasar modern yang telah menjamur dan belanja daring. Namun, manajemen juga terus berbenah agar pasar ini memberi kenyamanan bagi masyarakat saat berbelanja dan menjadi pasar yang ngangeni.

Ia menambahkan, proyeksi hingga 31 Desember 2025, Perumda Pasar Kediri mengalami kenaikan 104 persen dari tahun 2024. Tingkat kesehatan Perumda Pasar Joyoboyo Kediri juga dinilai BPKP dan di tahun 2024 nilainya A atau sehat. Lalu sejak tahun 2024 sudah mencapai WTP.

"Kami mohon dukungan di tahun 2026 kami rencanakan seluruh jasa layanan di perumda akan didigitalisasi. Lalu di tahun 2025 kami sudah menyalurkan CSR sebesar Rp80 juta untuk masyarakat kota dan sekitar pasar. Datanya kami koordinasi dengan dinas sosial," kata dia.

Turut mendampingi dalam kegiatan itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Pj Sekda Kota Kediri M.Ferry Djatmiko, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Kediri Hery Purnomo, Dewan Pengawas Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Edi Darmasto, Kepala OPD terkait, dan tamu undangan lainnya.



Pewarta: Asmaul Chusna
Uploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026