Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur memfasilitasi aspirasi para penyandang disabilitas di kota ini lewat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tematik Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI).
Kepala Bappeda Kota Kediri Chevy Ning Suyudi mengemukakan Musrenbang tematik ini digelar sebagai bentuk komitmen pemkot mewujudkan pembangunan yang berkeadilan untuk kelompok perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak, dan kelompok inklusif.
“Sesuai arahan pemerintah pusat semua proses perencanaan pembangunan harus mempertimbangkan perspektif gender, perlindungan anak, dan inklusi sosial," katanya di Kediri, Senin.
Ia menjelaskan Musrenbang GEDSI bertujuan untuk memperkuat partisipasi aktif dari kelompok penyandang disabilitas. Selan itu, juga dari kelompok perempuan, anak-anak, dan kelompok inklusif dalam perencanaan pembangunan.
"Musrenbang GEDSI ini menjadi sarana pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif untuk memastikan setiap kelompok masyarakat mendapatkan kesempatan yang setara dalam perencanaan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Musrenbang GEDSI tersebut diisi paparan materi dari Widyaiswara BPSDM dan fasilitator PUG/KLA Provinsi Jawa Timur Arie Cahyono dengan peserta mengundang beberapa OPD terkait, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), perwakilan media dan perwakilan kelompok GEDSI dari berbagai latar belakang.
Chevy berharap dengan kontribusi dan keterlibatan berbagai pihak tersebut, Musrenbang GEDSI ini dapat menjadi forum strategis dalam mengidentifikasi isu-isu prioritas, menyusun rekomendasi kebijakan, serta mengusulkan program-program yang lebih berpihak kepada kelompok rentan.
“Adanya pendekatan tematik ini, diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan lebih inklusif dan responsif terhadap berbagai kondisi sosial yang ada di masyarakat. Memperkuat kolaborasi multi-pihak melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media dalam upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif,” kata dia.
Chevy juga meminta para peserta dapat menyuarakan ide dan gagasan untuk perbaikan implementasi kebijakan Kota Layak Anak dan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kota Kediri.
Dalam kesempatan ini, disampaikan usulan Musrenbang Tematik GEDSI Kota Kediri Tahun 2025, antara lain fasilitasi FKUB anak sebagai wadah kegiatan positif untuk mengantisipasi kekerasan berbasis digital, pelatihan khusus bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKA), perluasan pelatihan kerja untuk menyediakan tenaga kerja siap pakai bagi disabilitas, penyediaan juru bahasa isyarat bagi disabilitas pada forum resmi pemerintah, penyelenggaraan sekolah lansia tangguh (Selantang) di setiap kelurahan, dan lainnya.
"Hasil Musrenbang GEDSI ini akan menjadi salah satu materi pembahasan Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan RKPD Kota Kediri Tahun 2026," kata dia.