Malang Raya (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Mualana Malik Ibrahim Malang mendorong mahasiswanya mempertajam nalar kritis, sehingga membentuk aspirasi yang bersifat konstruktif dan berdampak bagi perkembangan bangsa di masa mendatang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Triyo Supriyatno setelah diskusi terarah di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu, mengatakan dengan nalar kritis setiap kritik yang disampaikan akan lebih terarah.

"Mahasiswa itu kan agen perubahan, pelaksanaan aksinya (penyampaian aspirasi) harus menggunakan nalar kritis. Dengan begitu mereka mampu membangun Indonesia," kata Triyo.

Nalar kritis akan membentuk pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan sebuah isu, sehingga mereka tak sampai terpengaruh hoaks dan provokasi

Ia mengingatkan kepada para mahasiswa supaya mengedepankan nilai sopan dan santun ketika ingin menyuarakan sebuah keresahan.

"Diharapkan setiap aksi yang dilakukan oleh mahasiswa kami menjadi sebuah aksi strategis," ucapnya.

Triyo menambahkan jajaran rektorat dan para dosen di UIN Malang juga terus mengarahkan para mahasiswa membangun jaringan dengan banyak pihak agar memiliki lebih banyak kesempatan terjun di dalam agenda pembangunan Indonesia.

Sementara itu, Peneliti Intelligence and National Security Studies (INSS), Yusup Rahman Hakim mengatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tak sekalipun menutup pintu aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

Bahkan, pemerintah terus berupaya menghadirkan ruang bertukar pikiran dengan para kelompok kritis.

"Pada dasarnya pemerintah sangat terbuka," kata dia.

Menurut dia, keterbukaan ruang partisipasi publik merupakan strategi pemerintah menghalau kemunculan narasi bersifat destruktif yang berpotensi memicu gangguan stabilitas dan keamanan negara.

"Seperti disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) serta hoaks yang ditanggulangi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Sedangkan Kemenko Politik dan Keamanan kolaborasi dengan stakeholder, organisasi nonpemerintah, dan masyarakat di akar rumput sekaligus sosialisasi," ucap Yusup.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026