Kami mendorong arsip sejarah yang ada di PTN dan berhubungan dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia untuk ditetapkan sebagai memori kolektif

Malang Raya (ANTARA) - Forum Komunitas Masyarakat Sadar Arsip (FKMSA) Jawa Timur mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) untuk memanfaatkan arsip bernilai sejarah yang dimiliki sebagai memori kolektif bangsa (MKB), sehingga bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan.

"Kami mendorong arsip sejarah yang ada di PTN dan berhubungan dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia untuk ditetapkan sebagai memori kolektif," kata Ketua FKMSA Jawa Timur Yunus Abdul Halim di sela pelaksanaan forum diskusi bertajuk "Tata Kelola Memori Kolektif Bangsa" yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.

Dia menyebut pengajuan arsip kampus untuk menjadi MKB melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk diverifikasi sebelum akhirnya ditetapkan sebagai memori kolektif.

Proses verifikasi ini guna memastikan arsip milik PTN memiliki kaitan dengan sejarah perjalanan.

MKB merupakan arsip yang memiliki penting sebagai aset nasional lantaran menggambarkan identitas dan jati diri bangsa.

Menurutnya cara yang dilakukan akan menghadirkan keuntungan bagi perkembangan bangsa, melalui penguatan nasionalisme masyarakat, sekaligus mewariskan pengetahuan sejarah kepada generasi penerus atau dalam hal ini mahasiswa.

"Kemarin UIN di Gontor. Gontor kan punya peran aktif di era kemerdekaan sampai sekarang, mereka punya arsip yang luar biasa tentang memori kolektif bangsa, terus Unair juga punya," ucapnya.

Maka dari itu, Yunus menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus menggalakkan sosialisasi pemanfaatan arsip milik PTN untuk dijadikan sebagai MKB.

"UIN sebagai sebagai tuan rumah hari ini, ini bergantian. Beberapa waktu lalu di Ponorogo terus ITS," tuturnya.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026