Bibit alpukat yang dipilih jenis Miki dan Siger karena tanaman tersebut sekitar tiga tahun sudah menghasilkan buah
Bojonegoro (ANTARA) - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Zaenal Fanani mendorong produktivitas petani alpukat di wilayah setempat dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
"DKPP Bojonegoro telah menganggarkan Rp145 juta guna pengadaan bibit alpukat pada 2025, supaya ditanam kelompok tani untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Zaenal di Bojonegoro, Selasa.
Bibit alpukat tersebut, kata dia, dibagikan kepada kelompok tani di Desa Sumber Bendo, Kecamatan Temayang sebanyak 120 batang bibit, serta Desa Ngraseh 100 batang bibit dan Desa Dander, Kecamatan Dander, sebanyak 800 batang bibit.
Selain itu, di Desa Geneng mendapatkan 100 batang bibit dan Desa Margomulyo 150 batang bibit di Kecamatan Margomulyo. Desa Soko, Kecamatan Temayang 250 batang bibit, Desa Klino, Kecamatan Sekar 100 batang bibit dan Desa Pajeng, Kecamatan Gondang 40 batang bibit.
"Bibit alpukat yang dipilih jenis Miki dan Siger karena tanaman tersebut sekitar tiga tahun sudah menghasilkan buah," jelasnya.
Menurut perhitungan dia, setelah tiga tahun setiap pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 100 kilogram per tahun dengan harga kisaran Rp20 ribu per kilogram. Petani diharapkan mendapatkan pendapatan sekitar Rp2 juta dari setiap pohon.
Selain meningkatkan pendapatan petani sekitar hutan dan menyejahterakan masyarakat, penanaman pohon alpukat tersebut juga sebagai gerakan konservasi alam agar banjir yang sering terjadi di bagian selatan Bojonegoro bisa segera teratasi, serta muncul mata air baru.
"Ke depan, hutan bukan hanya sebagai tempat konservasi lahan dan air, tapi juga berfungsi sebagai agrowisata," terangnya.
Ditambahkan, saat ini DKPP Bojonegoro juga memberikan pelatihan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat ke kelompok tani penerima manfaat.
"Supaya memastikan penerima betul-betul merawat bibit yang sudah diberikan dan memberikan dampak buat daerah sekitarnya," katanya.
Pewarta: Muhammad YazidEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026