Bojonegoro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur meminta petani mengoptimalkan penggunaan pupuk organik untuk menjaga unsur hara tanah pertanian di daerah setempat.

"Bojonegoro daerah tertinggi penyerapan pupuk Petroganik di Indonesia, menandakan petani di Bojonegoro sadar terhadap penggunaan pupuk organik untuk menjaga hara tanah dan hasil panen menjadi luar biasa," kata Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di Bojonegoro, Selasa.

Nurul menuturkan penggunaan pupuk organik yang masif sebanding dengan produktivitas hasil panen yang meningkat yaitu dari 710 ribu ton menjadi 864 ribu ton pada 2025.

Di sisi lain, ia menyebutkan pertanian Bojonegoro masih memiliki tantangan dari sisi jumlah petani yang turun dari 356.484 orang pada 2013 turun menjadi 191.588 orang pada 2024 dengan mayoritas berusia di atas 60 tahun.

Sebagai solusi menghadapi kelangkaan tenaga kerja pertanian tersebut, Nurul mendorong percepatan mekanisasi pertanian menggunakan alat modern seperti transplanter agar tetap eksis dan menarik bagi generasi muda.

"Sekarang cari pekerja menanam padi itu sulit sekali, sehingga kita harus memaksimalkan penggunaan alat agar produktivitas tetap terjaga," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer Jatim 1 Regional 3A PT Pupuk Indonesia Sutikno Wahyu Dinas Adi Prakoso memastikan stok pupuk bersubsidi untuk petani di Bojonegoro dalam kondisi aman untuk musim tanam mendatang.

"Stok pupuk bersubsidi di gudang penyangga lini tiga ada tiga di Bojonegoro, kondisinya cukup untuk mempersiapkan kebutuhan musim tanam ketiga," kata Wahyu.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026