Bojonegoro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui inovasi pengelolaan limbah pangan untuk membuka peluang usaha baru.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di Bojonegoro, Selasa, mengatakan Gerakan Masyarakat Selamatkan Pangan (Gema Pangan) dan lomba pangan 2025 merupakan langkah nyata Pemkab Bojonegoro dalam mengedukasi masyarakat.
"Agar masyarakat menghargai setiap butir pangan dan berinovasi pengolahan sisa pangan bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat," katanya.
Menurut dia, isu ketahanan pangan bukan hanya soal produksi tetapi juga soal kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola pangan dengan baik.
Oleh sebab itu, perlombaan inovasi pengolahan limbah pangan tidak boleh berhenti sehingga pemkab harus mendampingi para pemenang dan peserta yang punya inovasi.
"Apa saja yang dibutuhkan agar dapat berkembang menjadi UMKM yang memiliki usaha olahan limbah pangan berkelanjutan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Wahono menyerahkan trofi dan uang pembinaan kepada pemenang lomba inovasi pengolahan limbah pangan kepada Afina Yura juara I dengan olahan Abon Dami Nangka (Bonika), Sherly Rahayu Retnoningtyas juara II setelah membuat Bekatul Crepe Roll Cake dan Sri Hidayati menjadi juara III dengan olahan Kerupuk Cangkang Telur Ayam Tulang Ikan Bandeng.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro Zainal Fanani menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan pangan yang bijak dan pengurangan limbah pangan.
Ia megatakan apabila setiap warga Bojonegoro menyisakan satu butir nasi saja setiap kali makan maka dalam setahun bisa terkumpul sekitar 50 ton beras yang terbuang sia-sia.
"Melalui gerakan ini ingin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kreatif dalam mengelola pangan," terangnya.
Zaenal menambahkan, melalui kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap gerakan Stop Boros Pangan dapat menjadi budaya baru masyarakat.
"Selain menekan limbah pangan, kegiatan ini juga mendorong inovasi lokal berbasis pangan berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro," katanya.
