Bojonegoro (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada 2026 berupaya mengembangkan tanaman produktif berupa buah alpukat dan jambu mete di wilayah setempat.
Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro Zaenal Fanani di Bojonegoro, Selasa mengatakan tanaman buah alpukat dan jambu mete tersebut diberikan kepada Kelompok Tani (Poktan) yang memenuhi kualifikasi administratif dan teknis.
"Pengembangan alpukat dan jambu mete diberikan kepada masyarakat antara 300 sampai 400 batang setiap hektar, namun angka pasti baru akan ditetapkan setelah tim teknis melakukan verifikasi lapangan," katanya.
Meskipun demikian, kata dia, pemberian bibit buah tidak menetapkan batas minimal luas lahan yang akan ditanami, namun lokasi yang diajukan harus memenuhi kriteria teknis untuk lokasi penanaman.
Selain itu kelompok tani perlu menyiapkan persyaratan seperti Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang ditandatangani oleh Bupati, identitas pengurus kelompok dan foto titik koordinat calon lokasi penanaman untuk verifikasi lapangan.
"Serta proposal permohonan bantuan yang ditandatangani ketua kelompok tani, diketahui dan disetujui oleh kepala desa dan penyuluh pertanian setempat," jelasnya.
Zaenal juga memastikan pemerintah tidak akan membiarkan petani penerima manfaat berjalan sendiri, karena setiap kelompok tani yang lolos verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) akan mendapatkan pendampingan teknis dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mulai dari tanam sampai panen.
"Disamping itu, setelah dilakukan droping bibit buah-buahan, petani akan dibekali teknik budidaya sampai panen dan pasca panen," ujarnya.
Program ini selain memberikan manfaat ekonomi melalui potensi peningkatan pendapatan petani, sekaligus mendukung upaya konservasi tanah dan air, meningkatkan tutupan vegetasi, serta memperkuat ketahanan lingkungan.
Pola tanam yang diterapkan mengedepankan prinsip agroforestry yaitu memadukan tanaman kehutanan dan tanaman buah secara harmonis. Sehingga kegiatan ini akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap tercipta kawasan hutan yang produktif, lestari dan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat desa hutan," katanya.
Pewarta: Muhammad YazidEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.