Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan provinsinya siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan program prioritas nasional melalui penguatan pangan, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan hasil Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.
"Selama ini berbagai program nasional yang telah digagas Presiden Prabowo telah terimplementasikan dengan baik di Jatim," kata Khofifah usai mengikuti rakornas yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto itu seperti keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Khofifah menyebutkan bahwa Jatim berhasil mewujudkan swasembada pangan dan kini menuju kedaulatan pangan. Selain itu, Jawa Timur menjadi provinsi tercepat dan terbanyak menuntaskan 100 persen kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Sebanyak 8.494 KDKMP di Jawa Timur telah berbadan hukum, terdiri atas 8.420 koperasi baru dan 74 pengembangan koperasi eksisting.
Secara nasional, Jawa Timur juga menempati peringkat tertinggi jumlah desa mandiri dengan 4.716 desa atau sekitar 23 persen dari total nasional.
"Kami percaya bahwa pembangunan desa harus menyentuh aspek yang paling mendasar dan berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, hingga pelayanan kesehatan dan kelestarian lingkungan, semua menjadi prioritas kami dalam mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera,” ujar Khofifah.
Di sektor pendidikan, Jawa Timur mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengoperasian 26 Sekolah Rakyat (SR), terbanyak secara nasional.
Program ini dinilai strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Jatim juga mengembangkan enam sekolah taruna di berbagai daerah yakni SMAN Taruna Angkasa (Madiun), SMAN Taruna Bhayangkara (Banyuwangi), SMAN Taruna Brawijaya (Kediri), SMAN Taruna Nala (Malang), SMAN Taruna Madani (Pasuruan) dan SMAN 2 Taruna Pamong Praja (Bojonegoro).
Presiden Prabowo dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah untuk mengelola kekayaan alam bagi kesejahteraan rakyat.
Ia menegaskan komitmen pemerintah menjalankan Strategi Transformasi Bangsa melalui delapan Misi Asta Cita, 17 Program Prioritas, dan delapan Program Hasil Terbaik Cepat.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan rakornas menjadi sarana memperkuat koordinasi pusat dan daerah agar program prioritas Presiden berjalan efektif.
Tahun 2026 menjadi momentum penting sebagai tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
