Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi inovasi farmasi robotik serta keberhasilan Rumah Sakit Umum Daerah Syarifah Ambami Rato Ebu (RSUD Syamrabu) Bangkalan mencatatkan surplus keuangan dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Kabar bahwa di RSUD Syamrabu ini surplus lewat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tentu jadi angin segar. Apalagi, di tengah isu penyesuaian anggaran secara nasional, kemampuan pemda dan seluruh jajaran di dalamnya untuk lebih kreatif dalam mengelola anggaran, tentu diperlukan,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Khofifah mengatakan capaian surplus tersebut menunjukkan efisiensi manajemen operasional rumah sakit daerah di tengah tantangan pembiayaan kesehatan nasional, sekaligus membuktikan kemampuan memberikan layanan optimal dengan tata kelola keuangan yang sehat.
Selain kinerja keuangan, Khofifah juga menyoroti penerapan teknologi Farmasi Robotik menggunakan sistem otomatisasi penyimpanan dan pendistribusian obat CONSIS yang terintegrasi di RSUD Syamrabu Bangkalan.
“Digitalisasi terjadi di semua lini semua aspek. Tadi, kita lihat bersama bagaimana kecepatan pengambilan obat setelah mendapatkan resep sampai diterima ke pasien. Sangat bagus dan sangat advance,” ujarnya.
Menurut Khofifah, penggunaan teknologi tersebut mampu memangkas waktu peracikan dan pengambilan obat, sehingga mengurangi antrean pasien serta menekan risiko kesalahan manusia dalam pelayanan farmasi.
“Karena memangkas waktu peracikan dan pengambilan, dapat memangkas waktu antrean bagi pasien. Semua dilakukan dalam hitungan detik,” katanya.
Khofifah berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh bagi rumah sakit umum daerah lain di Jawa Timur untuk berani berinvestasi pada teknologi medis, tanpa mengabaikan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.
Pewarta: Willi IrawanUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026