Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menegaskan komitmen dalam menjaga kerja sama ekonomi bersama perusahaan-perusahaan asal Jepang yang berinvestasi di wilayah setempat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal kebutuhan perusahaan Jepang melalui forum pertemuan antara kedua pihak yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya.
"Melalui pertemuan yang lebih intens antara Pemprov dan para investor Jepang di Jatim, diharapkan dapat menghasilkan solusi untuk permasalahan dan tantangan yang kerap ditemui," kata Khofifah, dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Sabtu.
Dalam pertemuan antara Pemprov Jatim, Konjen Jepang Surabaya serta perwakilan perusahaan Jepang di Surbaya, Jumat (30/1) malam, Khofifah menjelaskan ada sejumlah permasalahan dan tantangan yang kerap disampaikan perusahaan kepada Pemprov Jatim.
Sejumlah permasalahan dan tantangan itu meliputi tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) di sejumlah wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Pasuruan.
Kemudian, juga permasalahan operasional di masing-masing perusahaan yang berkaitan dengan peraturan maupun kebijakan nasional serta daerah.
Khofifah berharap melalui pertemuan-pertemuan yang lebih intens ke depannya, seluruh pihak dapat merumuskan solusi terbaik demi melindungi produktivitas kegiatan ekonomi di Jawa Timur.
"Kami berharap perekonomian di Jawa Timur tidak tersendat oleh permasalahan dan tantangan yang muncul. Maka pertemuan seperti ini dirasa penting dalam memastikan dan menjaga kepercayaan investor," kata Khofifah.
Sementara itu Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu menyebut terdapat 147 perusahaan asal Jepang yang berinvestasi di Jawa Timur, yang didominasi sektor manufaktur sebanyak 93 perusahaan.
Ia berharap dengan usulan intensifikasi pertemuan antara Pemprov Jatim dan para investor melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dapat menjadi angin segar dalam menjaga kepercayaan investor saat hendak berinvestasi di Jawa Timur.
"Tentu para perusahaan Jepang sangat senang dengan usulan tersebut. Mereka berharap pertemuan di masa mendatang itu dapat mempererat kerja sama ekonomi antara Jepang dan Indonesia," kata Takonai kepada ANTARA.
Pemprov Jatim tegaskan komitmen kerja sama dengan perusahaan Jepang
Sabtu, 31 Januari 2026 12:17 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) bersama Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu (tiga dari kiri) beserta sejumlah petinggi perusahaan Jepang di Jatim, dalam pertemuan di Surabaya, Jumat (30/1/2026). (ANTARA/Fahmi Alfian)
