Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengingatkan tentang tantangan kemajuan teknologi dan digitalisasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Ke-3 Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia (JSIT) Kediri.
Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha di Kediri, Sabtu, mengatakan tantangan digitalisasi, dinamika sosial, serta kebutuhan akan generasi yang adaptif namun berkarakter, menjadi perhatian bersama.
"Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat," katanya.
Gus Qowim, sapaan akrabnya, mengatakan selama 22 tahun JSIT hadir telah menaungi ribuan sekolah Islam terpadu di hampir seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut dia, dengan masa pengabdian tersebut tentunya perjalanan yang cukup panjang sekaligus menunjukkan konsistensi, komitmen, dan kepercayaan masyarakat.
Jumlah sekolah Islam terpadu di Kediri juga cukup banyak, hingga 20 sekolah dengan 275 guru dan lebih dari 2.200 siswa.
"Ini bukan angka kecil di mana ini adalah aset besar pembangunan sumber daya manusia Kediri,” kata dia.
Menurut dia, forum musyawarah daerah yang digelar oleh JSIT tersebut penting sebab dalam forum akan ditentukan arah organisasi.
Di forum bukan hanya untuk kepentingan internal tetapi juga untuk kemajuan pendidikan dan masa depan generasi Kediri.
Pihaknya berharap, dengan Musda Ke-3 JSIT Kediri tersebut nantinya akan lahir kepengurusan yang semakin solid, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus tetap teguh menjaga nilai-nilai Islam dan budaya bangsa.
Pemerintah Kota Kediri juga siap membuka ruang sinergi dan kolaborasi demi terwujud tujuan pendidikan nasional dan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
“Semoga musda ke-3 ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, dan membawa keberkahan bagi dunia pendidikan serta kemajuan Kota Kediri. Mari terus berjalan bersama, memperkuat kolaborasi, menghadirkan inovasi," kata dia.
Turut hadir dalam kegiatan itu, perwakilan JSIT wilayah Jawa Timur, perwakilan PGRI, Ketua JSIT Kota Kediri Khikmatun Nafiah, perwakilan Kepala Dikdasmen Muhammadiyah Rubandono, dan tamu undangan lainnya.
