Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendistribusikan komputer jinjing untuk pelajar kelas XII SMA Dharma Wanita Boarding School, Kabupaten Kediri, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengemukakan fasilitas komputer jinjing yang diberikan ini sebagai upaya memberikan semangat kepada para pelajar sehingga nantinya dapat lolos tes masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
"Dari tiga itu kita kumpulkan supaya adik-adik ini bisa mengakses (ujian masuk perguruan tinggi) melalui komputer jinjing, karena mereka harus siap-siap empat bulan lagi masuk ke perguruan tinggi," katanya di Kediri, Sabtu.
Ia menjelaskan, komputer jinjing itu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim, PT Sekar Pamenang dan PT Irfai Groub. Ada 126 siswa kelas XII yang mendapatkan fasilitas tersebut.
Dari pihak sekolah juga matang untuk membuat persiapan. Mereka juga menggelar tryout yang telah diikuti para siswa kelas XII termasuk tryout untuk masuk perguruan tinggi negeri, sesuai dengan jurusan yang dipilih dari passing grade yang ditetapkan.
Bupati mengatakan, terdapat 32 persen dinyatakan lolos saat tryout tersebut. Dirinya berharap, hal itu menjadi penyemangat bagi anak-anak agar nantinya bisa ikut ujian dan menggapai cita-citanya.
"Saya minta tiga bulan ke depan dikejar minimal 50 persen dari angkatan itu sudah bisa diterima di perguruan tinggi," kata dia.
Selain menyalurkan bantuan komputer jinjing tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyalurkan beasiswa pendidikan bagi santri, pelajar tingkat SMP/MTS, SMA dan untuk guru PAUD di Kabupaten Kediri.
Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita Boarding School Kabupaten Kediri Ahmad Rizqi Mubarok mengungkapkan sekolah berterimakasih dengan bantuan komputer jinjing yang diberikan.
Menurutnya hal itu bisa menjadi pemicu semangat anak-anak untuk belajar. Bantuan komputer jinjing yang diterima tersebut akan sangat membantu para siswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara digital. Termasuk pengenalan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang saat ini tengah berkembang.
Ia juga menyebut, pihak sekolah menggelar tryout. Dari kegiatan yang diikuti dengan jurusan yang dipilih para siswa, 32 persen memperoleh nilai di atas passing grade yang ditentukan.
"Sisanya yang (mau masuk) sekolah kedinasan dan swasta. Kalau di general sebenarnya semuanya sudah terakomodasi, kalau yang masuk passing grade mereka yang mau masuk kampus negeri," kata dia.
Sementara itu, anak-anak juga sangat antusias mendapatkan komputer jinjing tersebut. Dengan tambahan fasilitas tersebut tentunya makin membuat semangat belajar.
